Bandung, BEDAnews
Pembangunan revitalisasi sungai Cikapundung di kawasan Babakan Siliwangi hingga Bendung Leuwi Beurit, adalah mimpi seluruh warga Bandung yang akan menjadi contoh sangat baik bagi sungai-sungai lainnya secara nasional, demikian dikatakan Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mohammad Hasan, saat peletakan batu pertama Pembangunan revitalisasi Sungai Cikapundung Kawasan Babakan Siliwangi, Minggu (27/10/2013).
Dalam kesempatan tersebut, walikota Bandung Ridwan berpesan kepada warga di sekitaran Cikapundung untuk merawat bersama dengan kebudayaan sunda. “Mari kita rawat bersama dengan kebudayaan sunda yang ‘ngamumule cai’ karena orang sunda itu punya dua ibu kandung yaitu tanah dan air yang harus dua-duanya sama sama dihormati,” katanya.
Sementara terkait permasalahan pencemaran air Sungai Cikapundung, walikota Bandung mengatakan akan bekerjasama dengan Provinsi, koordinasi dengan Kabupaten Bandung Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengenai permasalahan limbah kotoran sapi di utara.
“Dalam dua bulan ini, diintensifkan pemberian tempat sampah kepada masyarakat di sekitar bantaran sungai, serta akan membuat bendungan filter penjernih air,” tambah walikota Bandung.
Pembangunan revitalisasi sungai Cikapundung tersebut, merupakan kolaborasi kerjasama Pemkot Bandung dengan Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air satuan kerja BBWS Citarum, pemerintah provinsi Jawa Barat, dan Institut Teknologi Bandung dibantu Komunitas-Komunitas Cikapundung. (BD)











