Bandung, BEDAnews
Permasalahan urban mobility menjadi salah satu permasalahan utama Kota Bandung, kurang maksimalnya daya dukung infrastruktur, pengelolaan transportasi publik, serta besarnya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, seringkali mengakibatkan kemacetan di beberapa titik strategis.
Dalam upaya pemecahan permasalahan urban mobility tersebut, Pemkot Bandung menggandeng Bandung Creative City Forum mengadakan workshop yang bersifat implementatif untuk pembangunan kota.
Walikota Bandung, M Ridwan Kamil, menyebutkan “Design thingking adalah pola pikir, saya sengaja membawa staf saya pejabat pemkot Bandung untuk mempelajari ilmu untuk menjadi kreatif dalam mengatasi berbagai permasalahan kota seperti macet, banjir atau bahkan mengatasi efesiensi pelayanan publik,” katanya saat membuka worksop yang digelar, Senin (1/10/2013) di Hutan Babakan Siliwangi Bandung.
Seminar tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari SKPD, pengusaha, kepolisian, anggota legislatif, komunitas dan profesional, akademisi, dan pengusaha di bidang ekonomi kreatif.
Menurut walikota, kegiatan ini adalah pola baru menyelesaikan masalah dengan cara-cara kreatif. “Selama ini kita berpikir cara-cara kreatif ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan kreatif, pola berpikir design thingking ini bisa diterapkan untuk urusan politik, administrsi dan lainnya, sehingga diharapkan birokrasi pun yang biasanya sangat datar bisa menghasilkan terobosan dan gagasan-gagasan baru,” katanya.
Kamil juga memaparkan, Kota Bandung memiliki dualisme, di satu sisi sebagai kota metropilitan memiliki berbagai permasalahan, namun di sisi lainnya Bandung memiliki 9% pertumbuhan ekonomi, SDM yang teramat istimewa dimana 60% penduduknya dibawah 40 tahun dan rata-rata berpendidikan, diantara penduduknya memiliki ikatan sosial yang sangat kuat.
“Jadi kelompok yang istimewa ini bagaimana caranya untuk meyalurkan energi positifnya untuk membangun Kota Bandung, civil society bergerak menjadi solusi,” punkasnya. (Bd)











