Cimahi, BEDAnews
Puluhan warga Kota Cimahi di kecamatan Cimahi Utara menderita sakit demam tinggi, pege linu, mual dan kepala pusing. Ternyata penyakit tersebut di sebabkan oleh virus alphavirus (chikungunya) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti.
Seperti yang diderita oleh Ani (43) warga Rt 03 Rw 08 kelurahan Cibabat, yang menderita demam tinggi, mual, pusing disertai sekujur tubuh pegal linu terutama persendian. Bahkan ia sudah dua kali berobat ke dokter. "Saya sudah seminggu sakit, awalnya meriang, pegal linu, mual, muntah-muntah dan kepala pusing, setelah dua kali ke dokter alhamdulillah agak mendingan cuman masih lemas," aku Ani.
Hal serupa dialami oleh Agus (49) yang menderita penyakit dengan gejala yang sama. Kini, Agus masih tergolek lemas "Kenapa tiba tiba badan saya lemas, pege linu, demam serta mual, kata orang saya terjangkit virus nyamuk cikungunya," ujarnya.
Sementara Deddy warga Rt 5 Rw 08 berharap pemerintah mengadakan penyemprotan secara berkala kepada masyarakat. "Kami dengan warga lainnya melakukan kebersihan tiap-tiap solokan dan pembakaran sampah-sampah dan tiap rumah menguras bak mandi untuk mengusir telur dan jentik nyamuk, tapi biar lebih afdhol harus diadakan penyemprotan oleh pemerintah," katanya.
Seperti diketahui, Chikungunya merupakan penyakit demam yang dipicu oleh sejenis virus yang dikenal dengan alphavirus yang ditimbulkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Sebutan dari Cikungunya sendiri diambil dari Bahasa Makonde yang bermakna ‘melengkung ke atas’ berdasarkan bentuk lekukan tubuh yang melengkung akibat menderita penyakit ini. Penyakit arrthritis ini tak saja dapat menyerang anak – anak, tetapi juga dewasa bahkan lansia sekalipun.
Apakah Cikungunya sama dengan demam berdarah? Jawabannya adalah hampir sama. Letak perbedaannya adalah pada cikungunya tidak menyebabkan gejala renjatan (shock), pendarahan hebat, bahkan kematian seperti halnya yang dapat terjadi pada penyakit demam berdarah. (hargib)











