Cimahi, BEDAnews-
Masyarakat Kota Cimahi harus lebih berdaya secara politik, ekonomi, sosial dan budaya. Pasalnya dengan berdaya dipastikan tidak akan tergantung kepada pihak lain. “Kami di LSM Kompas tidak mengusung pemberdayaan, karena semuanya memiliki kapasitas dan kemampuan dibidang masing-masing, “ kata Koordinator Umum LSM Kompas Koordinat Pemberdaya Masyarakat Fajar Budhi Wibowo, saat Halal Bihalal keluarga Besar Kompas dan Hut ke-2 serta pemberian penghargaan kepada Penasehat LSM Kompas Ahmad Mujoko, yang digelar di Pemancingan Awir Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara, Sabtu (24/8).
Menurut Fajar, diusainya yang ke-2 ini, LSM Kompas kembali menekankan dan meningkatkan semangat dan kemampuan dalam memberikan pencerahan, dorongan, bimbingan teladan serta motivasi kepada masyarakat untuk secara bersama-sama membina dan mengarahkan masyarakat agar lebih berdaya dibidang politik, sejahtera dibidang ekonomi dan mandiri dibidang sosial budaya.” Pemberdaya itu ibarat tanaman bambu yang tumbuh menguatkan dan membangun diri untuk menumbuhkan bamboo-bambu yang lain dari satu menjadi rumpun, termanfaatkan taka kan pernah habis dan tak akan pernah terbuang,” jelasnya.
Sementara itu, Penasehat LSM Kompas Ahmad Mujoko mengatakan, keberadaan LSM Kompas sudah dikenal tak hanya di Kota Cimahi ataupun Jawa Barat, namun sudah dikenal ke tingkat nasional. Buktinya, saat Pemilukada Kota Cimahi beberapa waktu lalu, dengan semangat pemberdayanya sudah mampu melakukan terobosan dalam kemandirian secara politik.
Saat itu, kata Mujoko, apa yang dilakukan oleh LSM Kompas dengan melakukan upaya penegakkan dmokrasi yang dilakukan dengan meyampaikan aduannya kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Dengan kemampuan untuk mengeakkan demokrasi, saat itu apa yang dilakukan LSM Kompas menemukan buktinya.” Saat saya menjadi salah seorang kandidiat wakil Wali Kota dari jalur independen, dengan perjuangan yang dilakukan Kompas membuktikan jika KPU Kota Cimahi melakukan pelanggaran etika, bahkan dua orang anggotanya mendapatkan teguran keras, namun saat itu kami tak ngotot karena melihat supaya Cimahi bisa lebih kondusif, “ paparnya.
Meskipun dua anggota KPU saat itu tidak terkena sanksi, apa yang dilakukan LSM Kompas dalam menegakkan demokrasi sudah terlihat, meskipun sanksi yang diberikan kepada KPU hanya teguran keras, tapi itu sudah menunjukkan bahwa kebaradaan LSM Kompas untuk mandiri dibidang politik sudah membuka tabir tentang kondisi demokrasi di Kota Cimahi. (Bubun M)











