Bandung, BEDAnews
Meski jajaran Polrestabes Bandung telah menangkap dan menahan dua orang pelaku pembunuh Sisca Yofie, namun kasus ini masih menyisakan misteri. Aparat kepolisian masih membutuhkan waktu untuk membeberkan kronologi dan motif yang lengkap kepada public.
"Data-datanya sedang dilengkapi, termasuk melengkapi anatomi of crime. Rencananya besok, Selasa (13/8) baru bisa diekspos," beber Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Rosdiana kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Senin (12/8).
Puluhan jurnalis yang telah menunggu sejak pagi sempat kecewa, karena sebelumnya Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno sempat menyebut ekpos akan diselenggarakan Senin (12/8).
Namun hingga sore ekspos belum juga digelar. Malahan, perkembangan terbaru dilontarkan Kabagpenum Polri, Kombes Pol Agus Rianto, yang menyatakan bahwa polisi telah mengamankan 4 tersangka baru yang merupakan penadah barang-barang curian milik Sisca. Padahal sebelumnya Kapolrestabes Bandung telah menegaskan bahwa tidak ada barang milik Sisca Yofie yang hilang.
Berdasarkan data yang dihimpun, kedua pelaku adalah paman dan keponakan. Sang keponakan, Syaiful alias Ade (33), menyerahkan diri ke Mapolsek Sukajadi, Sabtu (10/8). Sedangkan, pamannya, Wawan alias Awing (45), ditangkap polisi gabungan Mabes Polri, Polda Jabar, dan Polrestabes Bandung Minggu (11/8), di daerah Ciranjang, Kabupaten Cianjur.
Dia ditangkap saat melintas dengan mengendarai motor yang diduga juga digunakan untuk beraksi. Saat ditangkap dia sedang membonceng seorang wanita berinisial EL, yang juga turut diamankan polisi.
Kepada polisi, salah seorang pelaku Ade,menuturkan kronologis kejadian yakni awalnya Wawan meminta diantar pakai motor Ade untuk meminta sumbangan acara Agustusan (peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus) ke rumah-rumah. Di depan rumah Sisca Yofie, mendadak Wawan ingin menjambret tas milik mantan model tersebut.
Ketika tasnya direbut, Sisca berontak dan melawan. Ketika itulah, dia terjengkang ke belakang, dan rambut panjangnya terpilin masuk ke dalam jari-jari roda motor pelaku. Karena panik, mereka langsung kabur. Tak tahunya korban terseret.
Polisi kemudian mencocokkan keterangan pelaku A dan W. A terlebih dahulu memberikan pengakuan setelah menyerahkan diri ke Polsek Sukajadi. W menyusul berbicara kepada penyidik usai ditangkap Tim Polrestabes Bandung. Hasilnya penuturan antara A dan W ternyata saling berkaitan soal pengakuan menjambret yang berujung nyawa Sisca melayang. Namun begitu, polisi mengaku butuh waktu untuk melengkapi dan memperdalam motif serta mengumpulkan barang bukti.
Begitupun perihal kronologi dan barang apa saja milik Sisca yang dicuri pelaku. "Pelaku dan sepeda motor yang digunakan sudah kami amankan. Tinggal senjata tajamnya (yang digunakan membacok Yofie) masih belum ditemukan," kata Sutarno, Minggu (11/8). (Lanie)











