Bandung, BEDAnews
Wakil Gubernur Jawa Barat, harus dan wajib memperhatikan aspirasi warga Jawa Barat yang telah memilihnya, dan seyogyanya wakil gubernur itu menghabiskan waktunya dalam rangka mengurus Jawa Barat, demikian dilontarkan anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Hanura DPRD Jawa Barat, Ujang Fahpulwaton, kepada Bedanews.com, di DPRD Jawa Barat, Jl. Diponegoro Bandung, Senin (24/6).
“Bagi Wakil Gubernur Jawa Barat tidak ada Istilah Sabtu dan Minggu libur, emangnya sekolah SD libur-libur segala macam,” tegas anggota komisi D yang dikenal kritis ini, menanggapi pernyataan Wagub Jabar Dedy Mizwar baru-baru ini, yang menyatakan akan menggunakan hari Sabtu dan Minggunya untuk bekerja menyelesaikan kontrak-kontraknya.
Mengurus Jawa Barat itu complicated permasalahannya, membutuhkan waktu yang cukup untuk membantu peran kerja Gubernur, dia harus benar-benar all out! Dia Harus bisa memposisikan diri hari ini, sebagai wakil Gubernur Jawa Barat, sebagai pejabat public yang sudah barang tentu banyak harapan besar dipundak wakil gubernur sebagai pembantu gubernur.
“Kalau dia masih juga dipecah pemikirannya, bagaimana mengurus Jawa Barat, bagaimana dunia perfilman, nanti kan yang kasihan rakyat jawa Barat. Ini bukan masalah koalisi, koalisi itu no 200, dengan dia terus membidangi 2 bidang ditekuni, saya pikir dia akan banyak menuai kritik dari masyarakat tentang kinerjanya sebagai wakil gubernur, manakala kinerjanya banyak kritik dari masyarakat, itu akan menggangu dia dalam bekerja,” ungkapnya.
“Saya bukan melarang dia main film, silahkan saja, lanjutnya, tetapi fokuslah, sadar diri dong, dia memiliki tugas baru sebagai wakil gubernur Jabar, karena dia dipilih warga Jabar yang memiliki harapan besar terhadap pemerintahan yang sekarang ini, dan pilihan dia sudah jelas,” katanya.
“Jangan ini mau itu mau, ini kan ngurus negeri, ngurus masyarakat yang luar biasa,” ungkap Ujang yang biar partainya pendudukung juga secara objektif mengkritisi sikap wagub yang baru dilantik dua mingguan ini. (hermanto)











