Cimahi, BEDAnews-
Untuk memberikan ruang ekspresi bagi penerima manfaat PNPM Peduli, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Cimahi menggelar “Unjuk Karya: Ini Karyaku untuk Masa Depanku” pada Sabtu, 15 Juni 2013, di Ponpes Almusyahadah Cimahi. “Unjuk karya yang kemarin kami lakukan adalah kegiatan pengakhiran pelaksanaan PNPM Peduli di Cimahi. Kegiatannya kalau dirinci ada beberapa bagian. kegiatan ini sebagai bagian dari tanggungjawab publik pelaksanaan program, walaupun publiknya masih terbatas pada kalangan NU dan beberapa kolega, “ Kata Ketua Program PNPM Peduli Lakpesdam NU Kota Cimahi A. Diana Handayani, Minggu (16/6).
Dia menyebutkan, kegiatan pertama, adalah unjuk karya menunjukan hasil yang dicapai oleh kelompok penerima manfaat. ni cara yang mudah untuk menginformasikan perkembangan kelompok. itu dari sisi teknis. Pertimbangan adalah adanya bukti konkrit hasil belajar yang sudah dilaksanakan selama 1.5 tahun, dari mulai analisis kondisi diri dan lingkungan, peningkatan kapasitas , hingga perintisan usaha kelompok dan penguatan kelembagaannya.
Menurutnya, hal ini merupakan cara yang mudah untuk menginformasikan perkembangan kelompok. itu dari sisi teknis, kemudian terlihat kemampuan mengorganisir diri, penguasaan produk, pengelolaan usaha, dan komunikasi. Kelompok penerima manfaat akan berkomunikasi dengan siapapun yang datang dan menjelaskan kegiatan kelompoknya, produk, dan lain-lain. “Jadi polanya bukan pengelola yang banyak bicara tapi penerima manfaat yang aktif, “ jelasnya.
Kegiatan kedua adalah refleksi terhadap perjalanan yang mereka lalui dalam PNPM Peduli. Para penerima manfaat melakukan sharing atas proses pembelajaran yang sudah mereka lalui, mereka melakukan presentasi.Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan indikator peningkatan kapasitas personal tercapai. PNPM Peduli fokusnya pada capacity building, di Cimahi ada 3 target yang ingin dicapai dari kegiatan ini, yaitu peningkatan kapasitas di level personal penerima manfaat, peningkatan kapasitas secara kelompok yang diwujudkan dengan kegiatan yang dikelola secara berkelompok, bukan individual dan terakhir adalah peningkatan kapasitas secara politis dalam arti penerima manfaat mampu menyuarakan kepentingannya di ruang publik. “Kami juga memberikan penghargaan kepada pihak yang berkontribusi pada program kami dan dilakukan penandatanganan MoU untuk keberlanjutan program dan penyerahan alat kerja, supaya setelah program selesai komunitas ini bisa tetap melanjutkan kegiatannya, “ pungkas Diana (Bubun M) .











