Bandung, BEDAnews
DPRD Jabar wajib mengundang direktur BJB dan pejabat-pejabat daerah terkait permasalahan BJB. “Sejauh apa permasalahannya, ini dimaksudkan untuk menjaga kestabilan dan nama baik Bank BJB. DPRD wajib wajib, wajib sekali itu, karena kita pengin BJB baik,” demikian ditegaskan Humar Dani, SE., SH., MH., MM., saat ditemui bedanews di DPRD Jabar di Bandung Senin (10/6).
Dalam hal ini tentunya diharapkan Komisi C untuk menanganinya atau dibikinkan pansus, dalam kontek ini, dewan tidak melihat apakah ini keterlibatan suatu partai atau apapun kita tidak melihat itu, tetapi kita melihat bagaimana Bank BJB itu supaya sehat, tegasnya.
Diungkapkannya sebetulnya kalau kita lihat dari awal banyak kasus-kasus yang aneh terhadap Bank BJB ini sejak saat pencalonan direktur, ketika orang-orang yang dicalonkan banyak yang dikorbankan oleh BI, intrik-intrik ini sebetulnya sudah lama. “Seperti kenyataan dengan kasus Bambang, Bambang Mulyo ini kan sudah naik, tetapi ada intervensi lain terhadap BI untuk mengajukan nama-nama tertentu pada saat pemilihan direktur.”
Sementara mengenai pembentukkan pansus BJB sendiri dikatakannya “Sepanjang masalah hukumnya sedang berlanjut dengan sasaran bukan BJB-nya tetapi oknum-oknum pelakunya disana. Belum saatnya untuk membentuk panitya khusus BJB, karena sekarang lagi ditangani secara hukum.”
Sedangkan mengenai tanggapan Dewan atas kerugian BJB sendiri akibat beberapa kasus yang muncul dikepemimpinan Bien Subiantoro yang akhir-akhir ini mencuat, dikatakan Humar yang sempat jadi anggota Komisi C yang menangani BUMD termasuk BJB ini menyatakan “Kita belum jelas berapa besar kerugian BJB kecuali institusinya yang menangani itu.“
Terhadap proses penyidikan sendiri ditanggapi anggota Fraksi Partai Gerindra dari Dapil kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat ini “Saya rasa kalau penyidik punya bukti yang kuat, saya percaya penyidik akan bersikap professional menangani perkara ini dan mendapatkan pelakunya yang tepat, jadi kalau data sudah masuk, silahkan saja tangkap, kecuali ingin mengembangkan lagi ke arah lain, silahkan saja! Karena yang kita inginkan Bank Jabar (BJB) ini seperti dulu-lah adem ayem!
Cuma kita juga menginginkan sikap kerja keras penyidik perkara ini untuk bisa segera menuntaskan perkara ini, karena dikawatirkan gejolak masyarakat itu akan muncul kembali.
Humar menilai kalau mencari oknum itu kan sudah ketemu, yang bertanggung jawab dalam suatu institusi apalagi yang namanya perbankan ya direkturnya! yang bertanggung jawab, kalaupun dilakukan oleh anak buahnya kan ada yang memimpinnya, tetapi sepanjang direkturnya itu dianggap masih bagus ya silahkan saja, tetapi kita juga harus berpikir, sebagai penanam saham terbesar kita juga harus berpikir untuk kelanjutan BJB.
“Siapapun nanti yang terbukti terlibat dalam kasus Bank Jabar harus bertanggung Jawab, kita atas nama Dewan hanya ingin mengembalikan nama baik, citra Bank Jabar itu supaya kedepannya bisa jadi kebanggaan rakyat Jawa Barat," pungkasnya. (hermanto)











