Tasikmalaya, BEDAnews
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Tasikmalaya, menggelar bakti social dalam rangka peringatan Hari Bakti Dokter ke-105, berupa kegiatan peresmian sarana air bersih dan sarana berwudlu, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan reprodusi, lomba balita sehat dan bayi merangkak, serta pengobatan masal gratis, di Pondok Pesanteren Al-Itihad Pagerageung, Minggu (9/6).
Bupati Tasikmalaya, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Kesehatan Tasikmalaya, Oki Zulkifli, menyatakan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada IDI cabang Tasikmalaya, dengan harapan keberadaan IDI bisa dirasakan masyarakat.
Oki Zukifli berharap, melalui acara hari bakti dokter ke-105, derajat kesehatan masyarakat dan pemahaman akan hidup sehat, dapat meningkat karena kesehatan merupakan salah satu indicator makro IPM setelah pendidikan dan daya beli.
Sementara Ketua IDI cabang Tasikmalaya Dr. H Ali Firdaus, Spa. M.Kes menyebutkan, pengabdian dokter dimulai seiring pergerakan Boedi Oetomo, dan implementasinya bukan hanya pengobatan, tapi fereventif dimulai dari anak-anak. “Kesehatan dimulai dari anak-anak agar dimasa remaja dan dewasa bisa sehat, dokter bukan hanya impelementasinya pengobatan, tapi dimulai dari prepentif (pencegahan) dan edukatif (pendidikan), seperti pada kegiatan ini, para ibu dan hadirin diberi penyuluhan tentang PHBS, juga tentang reproduksi, selain pengobatan masal gratis,” katanya.
Pimpinan pondok pesanteren Al-Itihad Pagerageung KH. Moh Syarif Hidayatullah dalam sambutannya mengungkapkan dirinya selaku pengasuh ponpes merasa bahagia dan bersyukur karena kegiatan dilaksanakan di ponpes Al-Itihad. Dengan adanya kegiatan ini, pemahaman para santri dan masyarakat akan kesehatannya semakin bertambah, hingga bisa bertemu dengan rajanya nikmat yaitu “sehat”, ungkapnya.
Ketua Penyelenggara baksos IDI, Dr. H. Aa Ahmad Nurdin, MM., menyebutkan puluhan dokter memberikan pengobatan gratis kepada 550 orang, dari target 500 orang. Untuk pasien yang menderita sakit-sakit ringan, bisa langsung ditangani, namun bila ada yang parah maka dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit. ”Untuk tahun depan, Hari Bakti Dokter IDI cabang Tasikmalaya akan di adakan di daerah yang membutuhkan sesuai hasil survey tim IDI,” ungkapnya. (Abraham/Deden Deni)











