Garut, BEDAnews
Himpitan dan kesulitan ekonomi masih menjadi kendala perjuangan Eman Saefuloh asal Rancabango, Garut, untuk menjadi atlet lifeguard nasional. Tekad dan impiannya untuk berkiprah sebagai atlet nasional, memang masih terus membara dipikirannya. Alasannya, selain berharap bisa membawa harum daerah kelahiran, menjadi atlet nasional juga diharapkan mampu memperbaiki kehidupan.
Sayang, impiannya pun terancam kandas karena kiprahnya di kompetisi lifeguard kali ini terancam gagal akibat tidak adanya dukungan pendanaan. Rencananya, Eman akan mengikuti kompetisi lifeguard tingkat nasional di Pantai Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, 25-26 Mei mendatang. “Jangankan untuk biaya mengikuti kompetisi, sekadar makan pun kini dia mengandalkan hasil kerja serabutan sebagai tenaga kuli bangunan,” keluh Eman.
Untuk mewujudkan impiannya, Eman mengaku, sudah berupaya mengajukan bantuan termasuk mendatangi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut. Namun, upaya Eman sejauh ini belum membuahkan hasil.
"Padahal saya juga tak minta banyak, asal cukup untuk ongkos saja. Saya sedang usahakan minta bantuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), DPRD, dan Disdik. Tapi, belum ada jawaban apa-apa," ungkap Eman.
Dia menceritakan, kiprahnya di dunia lifeguard berawal saat April 2010 lalu, dia mencoba mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Lifeguard tingkat Pra Dasar di Pantai Pangandaran Ciamis. Setahun kemudian, di tempat sama, dia mengikuti Diklat Balawista terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang kebudayaan dan pariwisata yang digelar Disbudpar Kabupaten Garut kerja sama dengan Badan Penyelamat Wisata Tirta Kabupaten Ciamis. Dalam diklat yang diikuti ratusan peserta itu, Eman berhasil menduduki peringkat tiga besar terbaik. Dia pun menerima penghargaan atas prestasinya itu.
Pada 2012, Eman mengikuti kompetisi lifeguard tingkat Jawa Barat di Pantai Palabuhanratu Sukabumi, lalu mengikuti kompetisi lifeguard tingkat nasional di Danau Toba Sumatera Utara, serta di Pantai Sanur Bali, dan Pantai Pangandaran Ciamis.
Pada semua kegiatan tersebut, Eman berhasil menorehkan prestasinya dengan meraih peringkat tiga besar. "Seluruh biaya ketika itu ditanggung sendiri dari hasil jerih payah saya sebagai karyawan di Hotel Antralina. Kecuali waktu di Danau Toba, biayanya ditanggung saudara saya," kata Eman.
Atas prestasinya itu, banyak pihak meminta Eman tinggal sebagai anggota Balawisata di daerah-daerah wisata pantai di Indonesia. Seperti pantai wisata di Bali, Pantai Palabuhanratu Sukabumi, dan Pantai Pangandaran Ciamis.
Akan tetapi, Eman belum bersedia memenuhi permintaan tersebut karena merasa berat bila harus meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih kecil di tempat kelahirannya di Tarogong Kaler, Garut.
"Tahun 2013 ini, saya menerima surat undangan mengikuti kompetisi lifeguard tingkat nasional di Pantai Muara Citepus Palabuhanratu Sukabumi yang akan digelar 25-26 Mei nanti. Tapi, saya bingung karena saya tak punya biaya sama sekali," ujar Eman saat ditemui BEDAnews.com, Selasa (14/5). (Sopianti/Fahrudin)











