Tasikmalaya, BEDAnews
Jalan yang menghubungkan dua desa Nangewer dan Guranteng kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, lebih cocok dikatakan seperti kubangan kerbau, karena jalannya yang berlubang, amblas dan sudah tidak kelihatan bentuk jalannya melainkan seperti sungai dengan genangan air hujan yang memenuhi jalan tersebut.
Kepala Desa Guranteng, Nunu Supiatna, ketika dikonfirmasi Bedanews.com, Jum’at (10/5) mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan proposal sejak tahun 2011 s/d sekarang.
“Setiap Musrembang, kami ajukan untuk perbaikan jalan sepanjang 6 kilo 600 m dari Cipicung sampai Cisema yang juga merupakan jalan kabupaten yang biasa dilintasi masyarakat yang menuju Ciamis dan Majalengka, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah,” jelasnya.
Menurut Nunu, sudah hampir 5 tahun sebanyak 2000 penduduk desa Guranteng mendambakan jalan yang bagus untuk dilalui sehingga bisa memperlancar perekonomian masyarakat.
Senada dengan desa Guranteng, Kepala Desa Nangewer Asep Cahya Waluya, lewat telepon selulernya kepada Bedanews.com memaparkan, jalan sepanjang 1,7 Kilometer yang merupakan batas desa Guranteng dan Nangewer rusak berat, sampai saat ini belum ada tanggapan atau bantuan dari pihak berwenang, padahal sudah beberapa kali kami mengajukan proposal. Bahkan karena parahnya jalan tersebut banyak terjadi kecelakaan bahkan sampai menelan korban, katanya.
Masyarakat Desa Nangewer sering mengeluhkan kondisi tersebut bahkan sampai berdemo tetapi pemerintah masih belum memberikan respon padahal yang melewati jalan tersebut bukan hanya masyarakat Guranteng dan Nangewer saja sehingga moto gerbang desa belum bisa dirasakan oleh kedua desa. Harapan dari kedua desa agar pemerintah menanggapi keluhan kami dan secepatnya bisa memperbaiki jalan. (ANTON/ENDANG SUDRAJAT)











