• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป DPRD Jabar Minta Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah Cikole Maksimalkan OUTCOME

DPRD Jabar Minta Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah Cikole Maksimalkan OUTCOME

Asep Budi by Asep Budi
6 Mei 2013
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

 

Komisi B DPRD Jabar meminta agar outcome balai Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah Cikole Lembang, bisa dimaksimalkan diantaranya dengan menjalin kerjasama dengan BUMD yang dimiliki Jawa Barat. Hal ini terkait dengan besarnya potensi yang dimiliki balai ini.

Sebagaimana dikatakan anggota Komisi B, Eka Hardiana saat anggota komisi B DPRD Jabar melakukan kunjungan kerja Ke UPTD Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole Lembang untuk evaluasi program kerja TA 2012 dan kegiatan TA 2013.

UPTD Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole Lembang yang berada di bawah pengelolaan Dinas Perternakan Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu balai yang dinilai cukup berhasil dan berpotensi dalam pengembangan ternak sapi. Bahkan balai ini menjadi rujukan nasional sehingga sering menjadi tempat pelatihan dan dikunjungi oleh beberapa tamu dari provinsi lain bahkan dari luar negeri.

BeritaTerkait

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026

Sementara dengan besarnya anggaran yang dialokasikan untuk balai ini, Nia Purnakania mempertanyakan pengaruhnya bagi luasan hijau pakan ternak, apakah semakin bertambah atau berkurang, karena seharusnya dengan alokasi anggaran yang besar diharapkan luasannya akan bertambah.

Pihak UPTD Andy Hariswan, mengemukakan untuk tahun 2013 ini, balai mendapatkan anggaran sebesar Rp. 5,6 milyar untuk 5 kegiatan. Dengan realisasi sampai April 2013 baru mencapai 21, 43 persen. Target PAD yang dibebankan adalah sebesar Rp. 900 juta dengan realisasi baru mencapai Rp. 236,2 juta atau sekitar 26,25 persen.

"Realisasi yang dibawah target terkait SP2D dan GU-LS yang masih dalam proses serta pergantian bendahara yang tentunya membawa konsekuensi penyelesaian dalam administrasinya," demikian dijelaskan Andy.

Kabid Produksi Ternak Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, Ir. R. Taufik Garsadi, M.Si., yang menyertai kunjungan DPRD Jabar ini mengatakan untuk outcame UPTD, tiga tahun lalu lebih banyak untuk PAD. Dengan anggaran di bawah Rp. 1 milyar balai bias memberikan kontribusi untuk PAD sampai di atas Rp. 1 milyar.

"Dulu hanya mengejar PAD sehingga bibit unggul pun dijual, namun sekarang paradigmanya kami ubah, sehingga balai kini fokus pada pengembangan bibit sapi perah dan pakan ternak," jelas Taufik.

Sedangkan bila dikembangkan untuk menjadi objek wisata sebagaimana yang diusulkan Eka, bisa saja namun akan membawa konsekuensi karena resiko sapi menjadi stress dan rentan terhadap penyakit karena area yang terbuka. Yang memungkinkan menurut Taufik, ke depan balai bisa saja membuka showroom untuk bibit ternak sapi, sedangkan dengan meningkatnya harga penjualan sapi serta harga konsentrat pakan yang tinggi serta harga jual susu yang tidak meningkat membuat peternak sapi perah tertekan sehingga banyak yang beralih menjadi peternak sapi potong.

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi peternak, menurut Taufik pihaknya telah melakukan MoU dengan Perum Perhutani sehingga peternak sapi bisa menggarap lahan Perhutani diantaranya di Lembang, Garut dan Pangalengan. Balai juga telah menggaet CSR dari pihak swasta diantaranya  dari Ultra Jaya  dan ke depan dengan Frisian Flag, namun untuk kerjasama dengan BUMD Taufik minta dorongan dan fasilitasi dari Dewan.

 

Page 1 of 2
12Next
Previous Post

Jangan Jadikan Cisarua Seperti Lembang

Next Post

Pesona Situ Ciburuy Yang Kurang Tersentuh

Related Posts

TNI-POLRI

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026
Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
TNI-POLRI

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
TNI-POLRI

Penekanan Katim Wasev TMMD Ke-130 : Pentingnya Menjaga Solidaritas dan Kekompakan dengan Masyarakat

8 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
Next Post

Pesona Situ Ciburuy Yang Kurang Tersentuh

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021