Purwakarta, BEDAnews
Walau sudah mendapat hibah sebesar Rp. 15 juta, namun para pedagang Pasar Handa Rebo Simpang Purwakarta tetap merasa keberatan dengan harga dan waktu cicilan Kios Pasar Handa Rebo Simpang Purwakarta.
“Harga dan waktu cicilan harus sesuai kemampuan uang pedagang, buat kami harga kios Pasar Handa Rebo Simpang mencekik pedagang kecil, kami berharap pemerintah dan DPRD lebih bijak lagi, karena keuangan pedagang kecil tidak seperti pengusaha besar,” kata Ai (30) seorang pedagang gorengan dan air kopi, Rabu malam (24/4) di halaman kantor PT. SHP pengelola pasar.
Kami lanjutnya, tidak paham kenapa pasar tradisional dikelola pihak swasta. “Barangkali kalau dulu tidak ada perjanjian antara pemerintah yang disetujui DPRD dengan pihak swasta, kami tidak akan kesulitan begini, mau Purwakarta maju bisa bertahap, kami dukung, tapi ini kami berat, pihak pemda sama DPRD seperti saling lempar, saat ini kami paham mungkin yang memutuskan dulu bukan para pemangku tugas sekarang, kedepan tolong perhitungkan dengan matang kalau berencana membangun jangka panjang, jangan bebani masyarakat bawah dengan yang wah seperti harga kios sekarang,” katanya.
Pedagang lainnya mengungkapkan, mencari untung buatnya tidak semudah menghitung angka. Pihaknya sepakat pindah bersama-sama, dengan harapan pemerintah dan DPRD masih terus memperjuangkan guna meringankan beban pedangang.
Sementara Kabag Perekonomian Pemerintah Daerah Purwakarta Drs. Taufik Rahman di dampingi Alexander Basilius dari Pihak SHP menyampaikan, berkat kepedulian Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, sebanyak 270 pedagang mendapatkan hibah dari Pemkab Purwakarta sebesar Rp. 15 juta, selain itu selama 3 bulan gratis. “Para pedagang ada yang membayar DP. Rp. 1 juta, ada yang Rp. 5 juta, sesuai ukuran kios mereka bisa bayar setelah dana hibah cair,” ungkapnya. (Laela)











