Cimahi, BEDAnews
Posisi yang terjepit oleh tiga wilayah yakni Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi lebih tepat dijadikan sebagai kota jasa. "Kondisi wilayah sebut sangat mendukung jika Cimahi dijadikan sebagai kota jasa, atau Singapurnya Jawa Barat,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi Titto Hudaya Lesmana disela-sela reses masa persidangan I di kediamannya Jalan Lapang Tembak Padasuka, Selasa (23/4).
Menurutnya beberapa potensi yang ada sangat mendukung Cimahi sebagai kota jasa, selain karena terdapat sejumlah etnis dari seluruh Indonesia, Cimahi juga tak memilik sumber daya alam, sehingga harus dijadikan sebagai tempat melakukan tempat melakukan promosi dan transasaksi, karena potensinya sangat mendukung.
Tak hanya itu, untuk mensejahterakan masyarakatnya, empat rumah sakit yang ada di kota Cimahi harus memberikan kontribusi bagi masyarakatnya untuk mendukung pelayanan kesehatan, karena meskipun kotanya paling kecil di Indonesia, namun dengan tiga kecamatan yang ada terdapat empat rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.
"Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka pemerintah harus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga warga mampu untuk berobat dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk menuju hal itu tentu saja berkaitan dengan lapangan kerja yang terbuka luas," ucapnya.
Dikatakan Tito, kemiskinan di kota sangat berbeda dengan kemiskinan di desa, karena di kota semuanya harus serba uang, karenanya bagaimana lapangan kerja di Kota Cimahi harus diperluas. Hal itu tentusaja sangat berkaitan dengan tingkat pendidikan masyarakatnya.
Dibidang pendidikan, kata Titto, di Cimahi harus lebih dikembangkan sekolah-sekolah yang berbasis kejuruan, sehingga saat menyelesaikan studinya, para lulusan memiliki keterampilan yang baik untukdapat diterimadi pasar kerja. Selain sekolah atau pendidikan formal, di Cimahi juga harus lebih dikembangkan pendidikan non formal berbasis masyarakat, melalui sejumlah lembaga pendidikan maupun diklat diklat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
Khusus di Kelurahan Padasuka, kondisi infrastruktur jalan dan saluran air harus segera dibenahi, karena sering terjadi banjir akibat limpahan air dari proyek pembuatan stadion yang seadang dilakukan. Padahal sebelumnya di lokasi RW 07, 08 dan 09 Kelurahan Padasuka tak pernah banjir. "Saat evaluasi kinerja dengan Pemkot hal itu saya sampaikan untuk segera ditindaklanjuti," tutup anggota Fraksi Gerhana Hanura DPRD Kota Cimahi ini. (Bubun M)











