• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Mencalonkan Anggota DPD Tidak Perlu Bayar

Mencalonkan Anggota DPD Tidak Perlu Bayar

Asep Budi by Asep Budi
23 April 2013
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

Menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) rupanya memiliki daya tarik tersendiri. Tak hanya petinggi Partai di Jawa Barat, pengusaha yang juga anggota PDIP Syarif Bastaman ikut mendaftar menjadi anggota DPD dalam Pemilihan Legislatif 2014. “Saya ingin berbuat sesuatu, ingin berbakti,” kata Syarif Bastaman dalam Diskusi Terbatas “Ada Apa dengan DPD” di Bandung, Senin (22/4).

Syarif yang biasa disapa Kang Syabas ini menyatakan, DPD jangan dipandang sebelah mata. Menurut Kang Syabas, bila tidak ada DPD, Indonesia tidak memiliki identitas. “Kepentingan asing itu tidak mau kepentingan lokal terlalu diberi ruang atau diberi kesempatan,” tuturnya.

Syarif mengaku, keinginanannya untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPD bukanlah untuk mencari uang. “Saya ini pedagang. Dari hasil berdagang saya dapat menghidupi keluarga saya. Saya selalu memisahkan kehidupan pribadi dan urusan politik,” tambahnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, pengamat politik dari Unpad Dede Mariana menyatakan terkait pencalonan DPD di Pemilihan Legislatif 2014, calon anggota DPD tidak harus mengeluarkan dana. Terlebih jika calon memiliki pendukung rill dan memiliki ideologis. “Mereka tidak perlu keluar uang,” kata Dede.

Melihat fenomena 2009 lalu, untuk DPR sendiri paling sedikit mengeluarkan Rp. 75 juta sebagai cost politiknya, dan paling besar mencapai Rp. 15 miliyar. “Jadi kalau untuk nyalon di DPD bisa sampai Rp. 50 miliyar. Itupun dengan kewenangan terbatas,” jelasnya.

Berbeda jika calon memiliki relasi dan pendukung idiologis, cost itu tidak akan terjadi. Selain itu jika transaksional, politisi sendiri tidak terlalu bertanggungjawab kepada konsituennya. (Lanie)

BeritaTerkait

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026

Penekanan Katim Wasev TMMD Ke-130 : Pentingnya Menjaga Solidaritas dan Kekompakan dengan Masyarakat

8 November 2026
Previous Post

Tiga Orang Korban Longsor Belum Ditemukan, 1 Eskavator Dikerahkan

Next Post

Ayi Vivananda Monitoring PNPM Di Kecamatan Bandung Kidul

Related Posts

TNI-POLRI

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
TNI-POLRI

Penekanan Katim Wasev TMMD Ke-130 : Pentingnya Menjaga Solidaritas dan Kekompakan dengan Masyarakat

8 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
TNI-POLRI

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Ragam

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Next Post

Ayi Vivananda Monitoring PNPM Di Kecamatan Bandung Kidul

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021