Garut, BEDAnews
Jalan perbatasan dan Pojok Desa Cikembulan dan Harumansari Desa Harumansari Kecamatan Kadungora Garut, nyaris digenangi air dan luapan Tanah dari pegunungan, sekurangnya dari 5 km jalan tersebut penuh dengan tanah, puluhan hektar sawah milik warga pun tertutup dan tergerus bencana tanah tersebut.
Akibatnya, para pengendara dokar, ojek , terpaksa dari arah Kadungora tidak bisa laju. Dikarenakan kondisi jalan tertutup tanah yang tebal, ungkap salah seorang warga Kp Pojok Desa Cikembulan kecamatan Kadungora kabupaten Garut, Ayo Sukmana.
Hal itu, terjadi akibat hujan deras dan kondisi saluran air sudah tidak memadai, akibatnya luapan air yang disertai tanah dari pegunungan terlalu besar maka kondisi jalan tersebut selama hujan akan tergerus oleh tanah.
Selain itu kata Ayo, tidak menutup kemungkinan sasak tersebut lama kelamaan akan ambruk, dan para kendaraan yang melintasi jalan tersebut akan terhambat dan tidak bisa lewat, ujar Ayo kepada BEDAnews.com Minggu (21/4/2013).
Pihaknya meminta agar Pemerintah setempat memperbaiki dan dilakukanya jembatan termasuk perbaikan lombang. Pasalnya lombang tersebut hampir rata dengan sasak tersebut, kalau dibiarkan terus menerus sasak tersebut bila hujan deras akan ambruk tergerus oleh luapan dan tanah dari pegunungan dan tidak menutup kemungkinan rumah dan lahan pertanian milik war akan tergerus oleh tanah tersebut, keluhnya.
Selain itu, warga kampung Pojok Dese Cikembulan meminta agar Pemerintah desa Cikembulan adanya perhatianya untuk memperbaiki saluran air dan sasak tersebut, jangan sampai membiarkanya karena jalan desa tersebut satu-satunya jalan Desa yang sering dilintasi berbagai macam kendaraan untuk meningkatkan kesejahtraan baik dibidang social, keagamaan, budaya, politik, maupun perekonomian, ujar ratusan warga Pojok Desa Cikembulan Kadungora Kabupaten Garut saat ditemui BEDAnews.com, Minggu (21/4/2013). (Sighar)











