Garut, BEDAnews
Sebanyak 2.500 pohon ditanam di pinggir jalan baru By Pass Tanjung Kamuning penghubung Kecamatan Tarogongkaler dan Banyuresmi, Kamis (18/4/2013) lalu. Kegiatan yang digelar Kodim 0611 Garut bersama Pemerintah Kabupaten Garut dan Polres Garut itu, bertujuan menghijaukan sekeliling jalan yang tengah dibangun tersebut.
Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Czi Dian Hendriana Surachman, mengatakan penanaman ini pun bertujuan memberdayakan lahan tidur dan tandus menjadi lahan produktif. Dengan demikian, jalan by pass akan diteduhi pepohonan saat digunakan secara optimal tahun depan.
"Di kiri kanan jalan masih tandus padahal jalan baru membutuhkan ruang terbuka hijau. Ini kesempatan. Nanti kalau ada pohon, jalan ini akan menjadi seperti boulevard dan baik digunakan kegiatan car free day karena diteduhi pohon-pohon," kata Dandim saat ditemui BEDAnews.com seusai melakukan penanaman pohon, Kamis (19/4/2013) lalu.
Menurut Dandim, 2.500 pohon yang ditanam di pinggiran jalan ini terdiri atas pohon jenis trembesi, eukaliptus, dan raksamala. Selain oleh personel TNI dan polisi, penanaman pohon pun dilakukan sejumlah LSM dan warga sekitar.
"Kami membantu program Pemerintah Indonesia dan TNI AD untuk menanam 1 miliar pohon di Indonesia. Penanaman pohon ini dapat mencegah dampak bencana tanah longsor, kekeringan, sekaligus pemberdayaan lahan tidur dan tandus," ujarnya.
Dandim mengatakan pohon-pohon yang sudah ditanam akan dipelihara bersama, baik oleh TNI, Pemerintah, dan masyarakat. Terlebih pada musim kemarau, pohon-pohon yang baru ditanam ini harus mendapat suplai air cukup.
Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Sutarman, mengatakan pohon-pohon yang ditanam di lahan tandus ini dapat menyuplai air dan oksigen bagi kawasan sekitarnya. Hal ini membantu upaya pemerintah untuk mengurangi lahan kritis di Kabupaten Garut dan menggantinya dengan lahan produktif.
"Lahan kritis di Garut tinggal 13.000 hektare, dari sebelumnya sebanyak 50 ribu hektare. Lahan kritis di Garut tersebar di sejumlah kecamatan. Kami butuh menanam 400 pohon untuk menghijaukan 1 hektare lahan kritis," ujarnya.
Menurut Sutarman, Garut merupakan kawasan hulu Sungai Cimanuk yang bermanfaat mengairi sejumlah daerah di Pantai Utara. Karenanya, pasokan air di Garut harus dijaga supaya suplai air di Sungai Cimanuk ke Pantai Utara pun tidak berkurang.
"Apalagi nanti ada perluasan pembangunan industri di Karawang dan bandara di Majalengka. Suplai airnya pasti dari Cimanuk. Makanya, kawasan hulunya yaitu Garut, harus dijaga," katanya. (Sighar)











