Bandung BEDAnews
Meski kondisi perbankan syaraih marketshare masih 4,04%, tapi peluang laju pertumbuhan perbankan syariah masih terbuka lebar untuk membuka sayapnya. Hal tersebut, terlihat dari fakta nasabah baik yang muslim dan non muslim terus beralih transksinya ke perbankan syariah.
"Marketshare dibawah 5% harus dijadikan motivasi dan pemicu bagi perbankan syariah untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam melakukan terobosan kedepan. Kami tetap optimis perbankaan syariah akan terus meningkat," ungkap Direktur BPR Al-MaSoem Hj. Tuti Hartati, SE dalam Acara Seminar Ekonomi Syariah di Auditorium FHS UIN SGD.
Dijelaskan Tuti, terus meliriknya nasabah ke perbankan syariah karena dinilai lebih menguntungkan dan tingkat margin yang kontitif, serta menawarkan bagi hasil sehingga saling menguntungkan pihak bank dan nasabah.
"Banyak keuntungan bagi nasabah di perbankajn syariah, sistem bagi hasil lebih baik dari pada sistem bunga di bank konvensional juga dibanguin sistem kemitraan antara bank dan nasabah," ucapnya.
Bukan hanya itu, perbankan syariah mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan dan ketentraman bagi kedua belah pihak.
Tuti pun menyatakan supaya laju pertumbuhan perbankan syariah terus tumbuh dan berkembang maka perlu didukung penuh oleh pemerintah dan masyarakat, " regulasi yang jelas, serta dukungan dari semua pihak terutama pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama bagi meningkatnya perbankan syariah kedepan, sehingga, perbankan syariah menjadi alternatif transaksi bagi masyarakat,"tandasnya.
Hal senada, dikatakan Dekan FHS, Prof. Dr. Oyo Sunaryo Muhlas, kedepan perbankan syariah akan menjadi pilihan transaksi bagi masyarakat











