BEDAnews, Bandung
Kota Bandung sejak lama dikenal sebagai kota pendidikan, upaya pengembangan karier serta peningkatan mutu pendidikan serta memelihara kesinambungan proses belajar mengajar dalam pencapaian optimalisasi pendidikan kepada masyarakat dipandang perlu untuk melakukan rotasi dan mutasi oleh Pemerintah Kota Bandung.
Berkaitan hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda melantik 677 pejabat fungsional terdiri kepala sekolah, guru, pengawas sekolah dan kepala tata usaha sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung, di Aula SMA Negeri 8, Jalan Solontongan No.8, Selasa (13/03).
Pelantikan ditandai pembacaan dan penandatangan Pakta Intergritas oleh Kepala SMP Negeri 29, Syaiful Watwan, dan berita acara kontrak jabatan simbolis dilakukan Kepala SMK Negeri 1, Drs. R Muh. Lukman.
Sebanyak 69 Orang pengangkatan Kepala Sekolah dalam Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah, 167 pengangkatan guru menjadi kepala sekolah, penetapan kembali jabatan kepala sekolah 4 orang, Alih tugas jabatan kepala sekolah 123 orang, 220 orang berhenti dari jabatan kepala sekolah, dan pengangkatan Kepala Tata Usaha Sekolah SMP 52 orang, SMA 27 orang serta SMK 15 orang.
Dalam sambutannya, Ayi mengatakan tugas berat sedang menanti ketika menjadi kepala sekolah, “Ketika bapak dan ibu menjadi kepala sekolah sesungguhnya tugas yang berat sedang menanti, tidak hanya mencerdaskan anak didik secara intelektual tetapi juga memiliki kewajiban mencerdaskan emosional,” katanya.
Peran penting kepala sekolah, penilik, pengawas dan tata usaha disamping mendidik menjadi cerdas tetapi memilik karakter, serta merupakan bagian institusi pendidikan yang tidak akan bisa tergantikan oleh teknologi secanggih apapun terkait perannya sebagai pendorong tumbuhnya sistem hubungan sosial. Bukan saja cerdas secara akademik serta memiliki IQ yang tinggi, tetapi juga mampu menyerap dan melaksanakan nilai-nilai sosial, moral, kultural serta budi pekerti atau memiliki EQ yang baik.
“kita lihat di daerah lain, mahasiswa, anak SMA, SMP bahkan SD melakukan tawuran apakah itu wajah pendidikan kita, seorang pejabat melakukan korupsi padahal bergelar doktor dan berbagai gelar lainnya, apakah itu pendididkan kita,“ tanyanya.
Ayi berpesan, seorang pendidik haruslah jujur, kompeten, berkomitmen kuat pada anak didik (sehingga ia dicintai), berintegritas, dinamis (karena terus belajar), dan toleran (pluralis). Apabila metoda pendidikan dan syarat guru ideal diterapkan pada sistem pendidikan kita, niscaya kita akan memiliki pribadi-pribadi berkarakter kuat yang dapat memajukan bangsa ini.
Pendidikan merupakan desain membangun sebuah bangsa, “Tahun 1908 seorang profesor dari Belanda menyatakan indonesia bangsa kuli dan kuli bangsa-bangsa, tentu saja kalimat tersebut akan sangat menyakitkan bila kita dengar, tetapi faktanya sekarang semakin banyak gadis-gadis kita pergi ke luar negeri sebagai pekerja buruh, pemuda-pemuda kita menjadi buruh di negeri sendiri dengan bekerja di pabrik-pabrik orang asing, maka sesungguhnya bapak dan ibu sedang dihadapkan pada tugas yang berat untuk memajukan mutu pendidikan kita, ” pungkasnya.













