Cimahi, BEDAnews
Berita tenggelamnya seorang anak yang diduga bernama Nuralif , 8 tahun warga RT 04/04 Kelurahan Cibeuruem Kecamatan Cimahi Selatan mengundang perhatian warga sekitar, malahan sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar Pusat Niaga Cimahi (PNC) lokasi tenggelamnya korban.
Ketua Forum Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cimahi Atom Gunawan menyebutkan, pihaknya mendapatkan kabar berita sekitar pukul 17.30. Setelah menerima kabar tersebut, Tagana Cimahi melakukan akurasi info. “Setelah informasi tepat dan akurat, kami melakukan pencarian dan evakuasi hingga pukul 24.00, namun karena terlalu malam pencarian di hentikan sementara,“ jelas Koordinator lapangan evakusai korban ini.
Dia menyebutkan, usai evakuasi Jum.at malam kemarin, kemudian dilakukan evluasi bersama Lurah Cibeureum, Sekda Kota Cimahi beserta jajarannya, hasil evaluasi tersebut disepakati untuk pencarian korban dilanjutkan esok paginya, Ketua Tagana Cimahi atas kesepakatan tim dipercaya dan ditunjuk selaku Korlap Tim.
Beberapa potensi sar bergabung dibawah pimpinan koordinatot lapangan dari Tagana. Tim evakuasi terdiri dari Pemerintah Kota Cimahi, SKPD terkait,Pemadam Kota Cimahi
, PMI Cimahi,Cobra linmas, PMI Kota Bandung, Damkar Kota Bandung, Rescue 88, Basarnas Bandung , LANAL serta beberapa unsur masyarakat lainnya.
Esok paginya, sejak pagi hari, tim evakuasi melakukan kembali melakukan penyisiran di lokasi. Pencarrian berlangsung selama berjam-jam, karena tim mendapatkan kesulitan menemukan mayat korban. Namun dengan ketja keras seluruh tim akhirnya tepat pukul 13.15 WIB. Tim evakuasi menemukan mayat korban tertelungkup dalam lumpur.
“Saat ditemukan oleh tim evakuasi, kondisi korban dalam keadaan tlungkup, sehingga cukup menyulitkan pencarian. pisisi korban yang telungkup ini mengakibatkan mayat korban tak terapung, setelah ditemukan langsung kita arahkan ke RSUD dan dari Inafis Polres datang, tapi tidak lama korban dibawa ke rmh orang tuanya untuk di kuburkan sesuai permintaan pihak keluarga,” pungkasnya.
Anggota penyelam LANAL Sersan Kepala Anton bersama Mayor Bagus mengatakan, setelah di lakukan pencarian dengan menyelam, tim evakuasi kemudian melakukan penyisiran dengan cara merayap dalam air akhirnya menemukan korban. (Bubun M)











