BEDAnews, Bandung
Walikota Bandung Dada Rosada secara resmi membuka pasanggiri seni sunda XII yang diselenggarakan oleh LISMA (Lingkung Seni Mahasiswa) Universitas Pasundan (UNPAS). Pembukaan secara sombolis dilakukan dengan memukul gong oleh Wali Kota Bandung, didampingi oleh Rektor Unpas Didi Turmudzi, di Aula UNPAS, Jalan Taman Sari 6-8, Senin (12/3)
Pasanggiri tersebut akan berlangsung mulai 12-18 Maret 2012, dan diikuti 214 peserta perwakilan 101 SD-SMA se Jawa Barat. Ada 8 Kategori yang diperlombakan diantaranya, tari Jaipong SD-SMA, Tari Tradisi Rampak SD, Anggana Sekar putra-putri dari tingkat SD-SMA, pencak silat, dan baca puisi sunda.
Kegiatan pasanggiri seni sunda ini, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan sunda. Selain itu juga merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh LISMA UNPAS.
Menurut Dada Rosada, kesenian sunda tidak terlepas dari adat istiadat, kebiasaan dan juga falsafahkehidupan orang sunda dalam memelihara hubungan dengan sang pencipta, sesama manusia dan alam sekitarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, seni sunda mempunyai dua fungsi utama yaitu sebagai tontonan dan tuntunan. “Disebut tontonan karena memperlihatakan berbagai keindahan sebagai sarana hiburan rakyat, begitu juga disebut sebagai tuntunan karena banyak ajakan utnuk melalui kehidupan ini, agar selaras dengan norma dan etika yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Namun Dada juga menyesalkan, kesenian tradisional yang ada sekarang banyak terdesak oleh produk dari daerah lain bahkan dari negara lain. “kegiatan pasanggiri hari ini, merupakan salah satu upaya untuk ikut melestarikan seni budaya sunda, “ ujar Dada.
Seni dan budaya tradisional, menurut Dada merupakan suatu hal yang sangat penting, karena sebagai penunjang budaya nasional. Untuk itu perlu untuk dipelihara, dikembangkan dan ditingkatkan lagi. “tahun ini kita sudah mendeklare bahwa Kota Bandung sebagai kota seni budaya dan kota kreatif, untuk itu saya minta agar pasanggiri ini jangan hanya diadakan dua tahun sekali, kalau bisa setahun sekali, sehingga dapat emnjadi agenda tahunan,”












