• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Stroberi, Potensial Diwilayah Garut

Stroberi, Potensial Diwilayah Garut

Asep Budi by Asep Budi
9 Maret 2013
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

Kabupaten Garut sebagai daerah agraris, merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Potensi pertanian yang dimiliki mampu memberikan sumbangan langsung dalam pembentukan PDB dan PDRB, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, perolehan devisa melalui ekspor dan penekanan inflasi.

Sertor pertanian juga memberikan sumbangan tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan sektor lain, demikian disampaikan kepala Dinas Pertanian kabupaten Garut Tatang, Hidayat kepada Bedanews.com Jumat (8/3).

Kontribusi sektor pertanian, terutama sub sektor tanaman pangan dan hortikultura ditunjukkan secara nyata dalam PDB dan PDRB sebesar 47,14 % yang  pada akhirnya memberikan andil dalam pencapaian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 3,43%.

Komoditi tanaman pangan dan hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Garut antara lain adalah padi, palawija, sayuran, buah – buahan, tanaman perkebunan baik tanaman tahunan maupun semusim.

Pada sisi pengembangan potensi, Kabupaten Garut memiliki kawasan pengunungan yang cukup mendukung bagi penanaman buah-buahan termasuk buah Stroberi yang sekarang menjadi produk unggulan selain buah Jeruk Keprok Garut yang menjadi kebanggaan Kabupaten Garut.

Pengembangan perkebunan Stroberi ada di kecamatan Malangbong Desa Baru II Kabupaten Garut, sangat merubah kesejahtraan para petani yang tadinya hanya mengandalkan palawija dan hasil hutan, sekarang berubah pola tanaman dengan menanam buah Stroberi yang dirasakan sangat menjanjikan.

Hal ini karena di dukung kondisi alam yang sagat sejuk dengan Suhu udara optimum 17 – 20 C dan minimum antara 4 – 5 C, Kelembaban udara (RH) 80 – 90%. Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari, Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.

Luas areal juga masih sangat luas karena disana ada kawasan gunung merapi yang disebut gunung Karaha. Menyadari hal ini, Pemerintah Kabupaten Garut dalam hal ini Dinas Pertanian, tidak tinggal diam. Untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan petani, dilakukanlah penanaman buah Stroberi karena dianggap akan menjadikan pendapatan petani sangat meningkat. Dengan menanam buah Stroberi, petani tidak perlu memerlukan biaya yang tinggi dan luas lahan yang luas.

Tanaman Stroberi bukan tanaman asli Indonesia, namun berasal dari daerah pegunungan Chili dan dikenal dengan nama latin Fragaria Chiloensis. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim subtropis. Meskipun demikian, untuk Indonesia yang beriklim tropis, Stroberi sudah banyak dibudidayakan di dataran tinggi yaitu sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut.

Tanaman Stroberi adalah tanaman merambat yang saat ini semakin popular untuk dikembangkan. Daya tarik buah stroberi terletak pada buahnya yang mencolok dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Budidaya Stroberi, pada mulanya didominasi daerah atau negara beriklim subtropik, akan tetapi seiring perkembangan ilmu dan teknologi pertanian, Stroberi dapat berkembang di daerah beriklim tropis. Di Indonesia, sebagian besar tanaman Stroberi ditanam dalam skala kecil oleh petani di daerah dataran tinggi seperti Rancabali, Ciwidey, Cipanas, Lembang, Malangbong. Produksi umumnya masih rendah terutama milik petani, maka diperlukan pembudidayaan yang lebih intensif.

Penerapan teknologi budidaya stroberi di beberapa lokasi sentra produksi belum sepenuhnya dilakukan oleh petani secara baik dan benar. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan informasi yang diperoleh oleh petani maupun petugas serta belum dikuasainya teknologi budidaya Stroberi secara benar, sehingga berpengaruh juga bagi kualitas (mutu) dan kuantitas (jumlah) produksi Stroberi dalam menghadapi era globalisasi perdagangan bebas. (Sighar)

BeritaTerkait

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Previous Post

Pusat Kawasan Seni Dan Budaya Berwawasan Lingkungan Segera Dibangun

Next Post

Musik Blues Ekspresikan Kejujuran

Related Posts

TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
TNI-POLRI

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Ragam

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Ragam

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Komisi Pemilihan Umum Ke-73

8 November 2026
TNI-POLRI

Danrem Erwin Jabat Danup Pemakaman Sertu Heri, Prajurit TNI AD yang Gugur dalam Misi Karhutla

8 November 2026
Next Post

Musik Blues Ekspresikan Kejujuran

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021