BEDAnews, Bandung
Kematian seekor jerapah (Giraffa camelopardalis reticulata) koleksi Kebun Binatang Surabaya Jawa Timur yang ketika diotopsi ditemukan banyak gumpalan plastik yang bercampur dengan sisa makanan di dalam tubuhnya, ternyata pernah terjadi pula di Kebun Binatang Bandung dan Semarang.
“Hal serupa yang terjadi di Kebun Binatang Surabaya, sekitar tahun 70-an pernah terjadi pula di Kebun Binatang Bandung, juga kebun Binatang Semarang pernah mengalaminya,” demikian diungkapkan Ketua Yayasan Kebun Binatang (bonbin) Bandung, H. Dadang Danumiharja, saat ditemui Sabtu (10/3) di kantor Kebun Binatang Bandung.
Menurut Dadang, hal itu terjadi akibat pengunjung yang kurang disiplin dengan memberikan makanan dan membuang kemasan sampah sembarangan, disamping karakter jerapah yang terkesan sering memakan apa saja.
Untuk itu agar hal serupa tidak terjadi terhadap satwa-satwa lain di kebun binatang, maka bonbin Bandung membuat kandang yang lebih refresentatif sehingga pengunjung tidak langsung kontak dengan satwa-satwa untuk menjaga dan menjamin kenyamanan keduanya, ujarnya.
“Sesuai dengan ketentuan PBB, khusus untuk kawasan observasi seperti Kebun Binatang Bandung kandang bagi satwa-satwa semaksimal mungkin harus mendekati habitat aslinya”, terang Dadang serara menambahkan bahwa hampir setiap tahunnya terjadi penambahan jumlah dan jenis satwa di Bonbin Bandung, yang berasal dari sumbangan masyarakat, sitaan BKSDA atau dari hasil berkembang biak.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang mengingatkan kembali dan menghimbau kepada para pengunjung kebun binatang khususnya bonbin Bandung, untuk lebih berdisiplin dan tidak memberikan makanan sembarangan terhadap satwa-satwa sebagaimana himbauan yang tertera disetiap kandang. (Bud)











