BEDAnews, Bandung
Dalam rangka menyempurnakan program pelatihan di lingkungan Balai Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah (BPBDK), Dinas Pendidikan Jawa Barat khususnya di lignkungan Seksi Pelestarian dan Pengajaran Bahasa Daerah, untuk tahun ini metoda pelatihan guru-guru TK dan SD diperbaharui. Ada inovasi baru yang memungkinkan guru-guru TK dan SD memperoleh pengembangan kompetensi untuk diterapkan didalam pelaksanaan pengajaran di sekolahnya masing-masing.
Jika tahun-tahun sebelumnya, metoda pelatihan hanya bersifat transfer pengetahuan dari pemateri kepada peserta pelatihan, untuk tahun ini para peserta pelatihan diberi kesempatan untuk mengungkapkan dan bercerita soal masalah-masalah yang ditemui di lapangan. “Masalah di lapangan itu kemudian didiskusikan, dan hasilnya harus dibuat dalam ringkasan materi untuk selajutnya dijadikan indikator dan parameter untuk diimplementasikan pada kegiatan mengajar”, kata Kepala Seksi Pelestarian dan Pengajaran, Drs. Casmadi, M.Mpd ketika ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.
Casmadi mengungkapkan, Melalui inovasi baru itu diharapkan program pelatihan menjadi tidak monoton, dan lebih mendorong motivasi peserta agar lebih bergairah didalam mengikuti proses pelatihan. “Dengan demikian materi pelatihan yang diberikan akan terserap dalam prosentase yang cukup besar. Sebab kalau monoton, bisa saja program pelatihan menjadi sedikit membosankan sehingga keterserapan materi pelatihan pun tidak akan optimal”, tegas Casmadi.
Dijelaskannya, pada inovasi program pelatihan tahun ini, pemateri/pemrasaran tidak hanya mentransfer pengam pegetahuan saja, tetapi dilengkapi dengan alat bantu pendukung agar guru-guru TK dan SD peserta pelatihan bisa lebih kreatif didalam memberikan pengajaran kepada murid-muridnya. Artinya, Setelah mengikuti program pelatihan, para guru itu diharapkan mampu menstimulasi dan memberikan rangsangan kreatif kepada siswa TK dan SD.
Dilakukannya inovasi baru pada program pelatihan guru-guru TK dan SD, mengingat siswa-siswa pada jenjang pendidikan ini harus mendapatkan sesuatu yang terus berkembang agar proses belajar di usia sekolah TK dan SD bisa terangkat kreatifitasnya. “Karenanya para guru TK dan SD pun harus terus bertambah kompetensinya agar kemampuan mengajar TK dan SD bisa menemukan hal-hal baru yang memungkinkan siswa-siswa TK dan SD semakin kreatif didalam mengikuti proses belajarnya, Inilah yang tahun ini dicoba diterapkan oleh Seksi Pelastarian dan Pembalajaran BPBDK”, papar Casmadi.
Dijelaskan oleh Casmadi, untuk tahun-tahun mendatang diharapkan quota untuk peserta pelatihan akan terus bertambah mengingat guru-guru bahasa daerah yang memerlukan pelatihan di Jawa Barat ini jumlahnyaa tidak sedikit. “Jika quota ditambah setiap tahunnya, maka sasaran jumlah guru bahasa daerah yang dilatih akan semakin banyak. Hal ini akan semakin memungkinkan dukungan terhadap pengajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah akan terdukung oleh guru-guru, baik secara kuantitas maupun kualitas. Untuk tahun ini, jumlah guru bahasa darah yang mengikuti program pelatihan di BPBDK masing-masing 52 orang untuk guru TK dan 52 orang guru SD”.
Sebelum pelaksanaan pelatihan, pemateri dari IGTKI (Ikatan Guru TK Indonesia) dan dari UPI diundang untuk mendiskusikan tentang mekanisme dan proses pelatihan agar bisa memberikan warna baru yang nantinya bisa diterapkan pada Proses Kegiatan Belajar Mengajar. “Dengan demikian, maka program pelatihan akan berlangsung sesuai harapan dan mampu memberi warna baru bagi guru-guru TK dan SD yang dilatih. Para guru ini diharapkan memperoleh bekal untuk mengajar lebih kreatif”, Ujar Casmadi (teddy)












