CIMAHI, BEDAnews
Potensi berkesenian di Kota Cimahi ternyata bisa terangkat, jika digali dan dikembangkan seperti yang dilakukan Tjimahi Choir, sebuah kelompok vocal dan praktisi musik.
Pendiri Tjimahi Choir, Ria Sukarianti menyebutkan, kelompoknya adalah sekumpulan kecil masyarakat Cimahi dan siapa saja yang mempunyai keterkaitan emosi dan historis dengan kota Cimahi, yang mempunyai hoby, minat dan bakat yang sama di dalam berkesenian khususnya seni musik. Lebih jauh lagi yang mempunyai visi dan misi yang sama didalam menumbuh kembangkan kearah pemberdayaan orang-orang disekelilingnya.
“Kami berharap, wadah yang dibentuk ini dapat mewadahi para pelaku seni music dan berkolaborasi dengan pelaku-pelaku seni lainnya yang ada di kota Cimahi,“ katanya.
Wadah bermusik ini didirikan pada 30 April 2011 oleh Agus Bastaman bersama Ria Sukarianti, yang awalnya dibentuk oleh 13 orang alumni SMAN 1 Cimahi. Dalam acara Pandiga Blues Corner akhir pecan kemarin, pentolan yang merupakan pendatang baru Sandra Rolisa dan Fadhilla Kunta Pramastij, ikut berolah vocal lagu lawas milik kelompok Queen.
Yoga Tony dan Aprillia, anggota Thimahi Choir mengatakan, awalnya memang kelompok ini memiliki satu hoby yang sama menikmati alunan lagu-lagu lawas milik band legendaries Queen, dengan kesamaan hoby inilah akhirnya dua kali seminggu melakukan aktivitas latihan bermusik.
“Kelompok kami lebih tertantang untuk menjajal kemampuan berkreativitas berolah vocal, terutama lagu-lagu Queen, dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, namun dengan sering berlatih akhirnya anggota bisa terasah seperti Dilla dan Sandra yang tampil di Pandiga Blues Corner,” ujarnya.
Dibawah asuhan Toni Saptono, para praktisi musik yang lebih memilih ajang pentas, sering menjajal berbagai even baik di Bandung maupun Jakarta, sebut saja di Bumi Sangkuriang atau Gedung Kesenian Jakarta. Pada Mei mendatang, kelompok ini akan berkolaborasi dengan Berlian Hutauruk di Gedung Kesenian Jakarta. (Bubun M)











