BANDUNG, BEDAnews
Pengeluaran wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun domestik di Indonesia diharapkan tahun ini meningkat 5%-10% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini sudah terlihat sejak dua tahun 2011 lalu.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, menyebutkan, rata-rata pengeluaran wisman pada tahun 2012 sebesar 1.133 dolar AS per kunjungan, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun 2011 sebesar 1.117 dolar AS per kunjungan. Sedangkan, pengeluaran wisatawan dosmetik, rata-rata sebesar Rp 700 ribu per kunjungan pada 2012, meningkat dengan persentase 6 persen dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 662 ribu per kunjungan.
"Tingkat pengeluaran wisman dan domestik diharapkan dapat meningkat 5-10 persen pada tahun ini," ujar Sapto usai memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jln Dr Setiabudhi, Kota Bandung, Senin (18/2).
Sapta menyatakan, dari rata-rata pengeluaran wisman sebesar 1.133 dolar AS per kunjungan, itu akan memberikan pengeluaran langsung yang tidak kecil untuk transportasi, akomodasi, hingga souvenir. Wisatawan mancanegara itu, kata Sapta, berasal dari Malaysia, Singapura, Australia, China hingga Eropa. “Sebanyak 35% wisman mengunjungi Bali, sisanya Jogja, Batam, Lombok, Bangka Belitung, Semarang, Bandung,” terang Sapta lagi.
Jawa Barat sendiri, lanjut Sapta, memiliki berbagai objek wisata yang dapat dikunjungi misalnya Tangkubanparahu, daerah Lembang dan Pangalengan hingga daerah lain di Jawa Barat seperti Garut. “Secara keseluruhan Jawa Barat memiliki potensi pariwisata yang lengkap,” imbuhnya.
Selain wisata alam, Jawa Barat memiliki wisata budaya dan kuliner. Oleh karena itu dia berharap setiap kabupaten yang ada di Jawa Barat memaksimalkan potensinya. Sapta menganjurkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan di sektor pariwisata yaitu infrastruktur serta pelayanan. “Packaging juga harus lebih diperhatikan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi,”pungkasnya. (Lanie)











