CIMAHI, BEDAnews
Pemilik dan Pengelola Pandiga Educreation, Toni Saptono, mengapresiasai digelarnya “Pandiga Blues Corner” yang digelar saban Jum’at malam. Menurutnya, Konsep dari Pandiga Blues Corner ini ternyata memiliki nilai edukasi, karena tak hanya melulu menampilkan sisi entertaintnya saja, namun kupasan soal music blues, jazz, pop dan rock yang dihadirkan menjadi bernuansa lain.
“Saya lihat, Pandiga Blues Corner ini bukan hanya sekedar acara music biasa, tapi acara tersebut mengajak generasi muda untuk menyukai musik blues sebagai dasar dari segala musik pop, kebetulan saya juga dan keluarga bergerak did dunia pendidikan, jadi sangat apresiasi dengan acara ini,” katanya.
Disebutkan Toni, Pandiga Sport awalnya hanya merupakan Gedung Bulu Tangkis saja, namun sejak 2007, dengan boomingnya Outbound, dibuatlah arena out bound untuk anak-anak. Selaian beberapa tempat untuk acara formal seperti kegiatan pemerintahan, tempat pernikahan, outbound untuk anak playgroup dan TK, kolam renang dan Futsal.
Pandiga Blues Corner yang digagas Wawan Darmawan dan kawan-kawan merupakan nilai tambah utuk Pandiga. "Alhamdulillah Pandiga meraih sukses karena tempat outdoornya yang begitu beda daripada yang lain, dan saya yakin dengan adanya acara mingguan yaitu Blues and jazz corner ini, yang pada awalnya saya ragu namun melihat konsep yang begitu edukatif saya yakin bahwa dengan event ini akan dikenal banyak kalangan." jelas Tonny.
Pada helaran Pandiga Blues Corner Jumat lalu, turut mendukung acara grup band Power Blues, Vokalis Power Blues Broer Uswar mengaku salut akan ide menciptakan suatu wadah musik untuk jazz dan blues apalagi di daerah Cimahi. Broer juga mengatakan, "para pendukung acara ini begitu loyal, saya berharap acara ini bisa menambah kuota penggemar dan peminat blues karena jika pemusik mampu memainkan blues, dia akan mampu bermain music jazz, pop maupun rock, dan jenis music pop lainnya," Ujarnya. (Bubun M)











