BANDUNG, BEDAnews
Pelaksanaan program kependudukan dan KB, pada dewasa ini belum memberikan dampak yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil survei kesehatan demografi Indonesia (SDKI) TFR yang hanya mengalami penurunan 0,1 persen per wanita selama 5 (lima) tahun dari 2,4 persen (2002/2003) menjadi 2,3 persen pada 2007. Sedangkan target yang harus dicapai adalah 2,1 persen per wanita pada tahun 2014.
Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Ir. Siti Fathonah, dari data Contraceptive Prevalensi Rate (CPR) juga hanya meningkat 1,1 pesen selama lima tahun dari 60,3 persen pada 2002/2003 menjadi 61,4 persen di 2007. Padahal target yang harus dicapai pada tahun 2014 adalah 65 persen.
"Berdasarkan data-data tersebut, maka perlu dilakukan upaya strategis yang dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian target," ungkap Fathonah pada acara penutupan Bhakti IBI Tahun 2012, Pencanangan Bhakti IBI Tahun 2013, Pertemuan Koordinasi Pengelola KB, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Pengelola PKBRS serta Pertemuan Pengelola KB-Pria Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat, di Hotel Karang Setra, Selasa (12/2).
Salah satu upaya menurutnya, dengan meningkatkan pelayanan KB statis melalui peningkatan kerjasama dengan organisasi profesi melalui kegiatan Bulan Bhakti IBI tahun 2013 dan peningkatan pelayanan KB di rumah sakit. Kegiatan bulan bhakti IBI dan Rumah Sakit ini, lanjut Fathonah, berperan besar dalam mendukung pelaksanaan dan keberhasilan Program Kependudukan dan KB.
Dari hasil SDKI, pelayanan KB di RS mengalami penurunan selama dari 6,2% menjadi 4,9% (2007) dan pelayanan di Rumah Sakit Swasta menurun dari 3,4% (SDKI 2002/2003) turun menjadi 2,2% (SDKI 2007), ujarnya.
Kegiatan bertema “Mari kita dukung pembangunan kependudukan dan keluarga berencana dengan sinergitas, revitalisasi dan optimalisasi lini lapangan dalam mencapai MDG’s 2015” ini dihadiri oleh OPD KB, Dinas Kesehatan, PC IBI, dan PKBRS Kabupaten/Kota se Jawa Barat. (Lanie)











