BANDUNG, BEDAnews
Anggota Komisi II DPR RI, Numan Abdul Hakim mengatakan bertapa pentingnya masalah kependudukan di Indonesia sehingga untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), menelan biaya APBN yang cukup besar untuk operasional perekaman data.
"Dana perekaman untuk 180 juta jiwa, menghabiskan dana sebesar Rp. 1,6 triliun, beda dikit dengan biaya Pilkada Jabar Rp. 1,4 triliun, tapi manfaatnya e-KTP lebih penting," ujarnya dalam Launcing Penyerahan e-KTP oleh walikota Bandung, Selasa (12/2/2013).
Perekaman data orang itu dimulai dengan iris mata dan sidik jari dan itu tidak mungkin tertukar apabila orang telah terekam sidik jarinya, dan akan terekam di server pusat, katanya.
“Data yang tidak beres dengan KTP ganda bisa dimanfaatkan teroris, tapi dengan e-KTP tidak bisa lagi memalsukan identitas, orang boleh ganti nama ganti muka tapi tetap saja tercatat nomor induknya hanya satu,” pungkas Nu’man. (Bd)











