CIMAHI, BEDAnews
Izz Multimedia, kembali akan memberikan ruang bagi musisi pemula atau anak band di Kota Cimahi dan sekitarnya, untuk melakukan uji coba atau praktek bermusik sambil nengasah kemampuan, melalui ajang ‘Pandiga Blues Corner’ pada Jumat (1/2).
Achmad Ramdan, Pimpinan Izz Multimedia, selaku promoter acara mengatakan, diajang "Pandiga Blues Corner" edisi kedua sore ini, mengangkat materi bahasan meliputi; keterkaitan blues dengan jenis musik lainnya, bagaimana berekspresi, teknik membuat aransemen, membuat lick, pembahasan harmoni secara umum, teknik berimprovisasi dalam berbagai jenis/ irama musik, dan lain-lain. “Materi acara akan disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan aktual dalam dunia music,“ katanya.
Selain mengambil tempat di Pandiga Educreation, Untuk ke depan, kegiatan ini akan melibatkan siswa SMA dan Perguruan Tinggi di kampus masing-masing. Bahkan, akan mengundang praktisi musik yang ahli dalam bidangnya untuk memberikan pencerahan bagi audiens sebagai bahan pembelajaran dan inspirasi dalam rangka meningkatkan wawasan berkarya dibidang musik.
Tujuannya, diharapkan akan berimbas pada meningkatnya apresiasi masyarakat, yang suatu saat nanti akan menjadi sebuah kebutuhan, karena bukan tidak mungkin kualitas pemusik di Kota Cimahi, yang dikenal sebagai gudangnya musisi tanah air mampu bersaing dikancah industri musik internasional.
Dikatakan Ramdan, seiring dengan perkembangan industri musik yang berkembang dewasa ini, dan makin beragamnya jenis dan bentuk musik yang ditawarkan oleh industri musik, disatu sisi merupakan sebuah kemajuan yang menggembirakan, namun disisi lain tidak sedikit pula dampak-dampak buruk yang perlu menjadi perhatian kita semua.
Dampak positif tersebut ditandai dengan makin meningkatnya motivasi siswa sekolah dan generasi muda pada umumnya terhadap aktivitas bermusik. “Dampak negatifnya, anak-anak lebih menyukai gaya hidup yang diperlihatkan oleh sebagian besar atis musisi dan penyanyi terkenal seperti cara berpakain, gaya rambut, tattoo, piercing, pemilihan aktivitas sehari-hari sampai kepada hal-hal yang sebenarnya sudah keluar dari substansi musik itu sendiri,” jelasnya.
Sedangkan musiknya sendiri, kata Ramdan, hanya menjadi kendaraan untuk memuaskan segala kebutuhan hawanafsunya. Maka, tidak heran jika keberadaan musik ini menjadi pilihan para remaja dalam mengaktualisasikan berbagai potensi mereka.
Namun sayangnya, bukan musiknya yang dijadikan obsesi mereka tetapi mereka lebih fokus kepada sesuatu yang melekat dan dibawa oleh para musisi dan penyanyi yang mereka idolakan. Tentu saja hal ini sangat tidak benar dan telah menyimpang dari prinsip-prinsip bermusik baik dalam hal memainkan musik, sebagai fungsi hiburan ataupun sekedar menikmati musik yang benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang benar dalam mengapresiasi sesuatu khususnya musik.
Dengan berpijak dari kondisi permasalahan tersebut, maka salah satu upaya untuk meredam dampak negatif dari ekses yang terjadi dalam dunia industry musik dewasa ini, maka diberikan kegiatan-kegiatan musik yang bisa memberikan pilihan bagi mereka untuk berproses dan berkreasi dalam musik.
Pilihan tersebut adalah musik JAZZ. Dengan musik inilah kami meraka yakin dan optimis mampu meredam gejolak para remaja untuk lebih cerdas dan bijaksana dalam memilih, memainkan dan menikmati musik tanpa harus diikuti dengan ekses-ekses buruk.
“Walaupun setiap kegiatan hobi selalu saja ada kebaikan dan keburukannya. Namun, dengan pengenalan musik jazz ini kepada mereka, mudah-mudahan bisa menambah wawasan mereka sehingga mereka mampu memilih sesuatu untuk dijadikan hobinya dengan nalar yang cerdas,“ pungkasnya. (Bubun M)











