BANDUNG, BEDAnews
Sebagai wilayah penyangga ibukota, Jawa Barat memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap banjir yang melanda ibukota. Karenanya diperlukan koordinasi dan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan DKI Jakarta terkait penanggulangan masalah yang kerap menimpa warga ibukota ini.
Calon Gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan, komunikasi intensif antara DKI Jakarta dan Jawa Barat harus segera dilakukan.
"Di wilayah hilir pemerintah DKI tengah mempersiapkan sistem drainase kota. Namun tanpa perbaikan di wilayah hulu yakni Jabar dan Banten maka banjir kiriman akan terus menghantui dan mengancam warga Jakarta," kata Rieke di Posko RDP, jalan Kayu Agung I/A4. Kliningan Buah Batu, Kota Bandung, Kamis (17/1) sore.
Menurut Rieke, penanggulangan masalah banjir di Jakarta harus dilakukan secara simultan mulai dari hilir hingga ke hulu. “Jawa Barat juga perlu memprioritaskan merehabilitasi kelima daerah aliran sungai (DAS) di Jabar yang kondisinya semakin parah dan semakin memprihatinkan,” tambahnya lagi.
Rieke menyebutkan, pembangunan villa dan perumahan mewah di kawasan Ciawi, Puncak, Cipanas yang sebagian besar pemiliknya warga Jakarta dibangun tanpa acuan RTN/RTW, telah memperparah rusaknya wilayah hulu sebagian daerah resapan air.
“Mestinya mulai saat ini, Pemprov DKI Jakarta dan Jabar dengan dukungan penuh pemerintah pusat secara bersama-sama perlu menertibkan kawasan Ciawi, Puncak, Cipanas agar kembali berfungsi sebagai daerah resapan air,” tegasnya. (Lanie)











