BANDUNG, BEDAnews
Sebagai upaya untuk menjauhkan penggunaan narkoba dalam partai, sebanyak 409 kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jawa Barat menjalani tes urine di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/1). Tes urine dilakukan secara bergelombang selama dua hari, hingga besok Minggu (13/1).
Plh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Barat, Tubagus Hasanudin mengatakan, di hari pertama ini, sebanyak 170 kader akan ditest, dilanjutkan 239 kader pada hari kedua.
“Tes urine ini merupakan antisipasi peredaran dan penggunaan narkoba oleh para kader PDI-P,” terang Tubagus kepada wartawan di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45.
Menurut dia, tes urine ini merupakan perintah Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarno Putri yang menyatakan tidak boleh ada satu pun kader yang terlibat narkoba. "Kader yang terbukti mengkonsumsi dan mengedarkan akan dipecat," tegas Tubagus lagi.
Tes urine, lanjut Hasanudin, akan dilakukan secara berkala yaitu enam bulan sekali. PDI-P juga akan melakukan koordinasi dengan Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Narkotika Provinsi (BNP). "Jangan sampai kader kita yang terlibat narkoba, karena ini akan menjadi bahaya laten bagi hidup kita," kata Tubagus.
Sebelumnya, salah satu kader PDI-P yang berstatus anggota DPRD Tasikmalaya “AD”, dipecat dengan tidak hormat karena terbukti melakukan pesta narkoba. "AD merupakan satu-satunya kader PDI-P yang terlibat, yang lainnya tidak ada. Saya tidak ingin hal itu terjadi lagi. Saya ingin kader PDI-P bersih dari narkoba, karena akan merugikan dirinya dan partai," ujar Tubagus. (Lanie)











