Cimahi, BEDAnews
Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota Cimahi menggelar aksi demo didepan gedung Pemkot Cimahi.
Dalam aksinya, para buruh menuntut Walikota Cimahi melakukan revisi atas rekomendasi Upah Minimum Kota (UMK) Cimahi 2013 yang sudah diserahkan ke Gubernur Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Pengurus FSPMI Jawa Barat Sabilar Rosyad, menjelaskan, “Kami diberi kesempatan oleh pihak Pemkot Kota Cimahi untuk mengikuti pertemuan yang di laksanakan di Ruang Asisten Pemerintah Setda Kota Cimahi terkait tuntutan FSPMI dan KASBI, pertemuan tersebut menghasilakan Notulen yang berisikan penjelasan Pemkot Kota Cimahi akan merevisi Rekomendasi UMK Kota Cimahi ke Gubernur Jawa Barat, dan ini belum Final,” jelasnya.
Rosyad mengatakan, Pemkot Kota Cimahi diminta mencabut Rekomendasi UMK Cimahi tahun 2013 sebesar Rp. 1.388.333,– dan mengusulkan kepada gubernur sebesar Rp. 1.544.387 dan akan merekomendasikan upah kelompok usaha I sebesar Rp.1.621.606. “Jika dibandingkan dengan wilayah kota sekitar, UMK Cimahi yang direkomendasikan ke Gubernur Jabar masih relatif rendah, karenanya kami mendesak supaya dilakukan revisi.
Hal senada diungkapkan pengurus KASBI Yayan Mulyana, yang menyebutkan buruh akan terus melakukan tuntutannya supaya nilai UMK Cimahi dinaikan, sebab dengan UMK yang direkomendasikan kepada gubernur, dianggap menyetujui para buruh unrtuk menerima upah murah. ”Jika tuntutan kami tak direspon Pemkot Cimahi, kami akan melakukan aksi mogok kerja disejumlah perusahaan,“ ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kota Cimahi Effi Ahmad Hanafiah menyebutkan, pihaknya akan membahas tuntutan para buruh pada hari ini, Pemkot Kota Cimahi akan melakukan pembahasan terkait tuntutan para pendemo “Pada Jum’at apa yang disampaikan oleh para buruh akan kami bahas dengan melibatkan semua unsur yang terkait,“ tandasnya. (Bubun)











