Dari paparan khutbah pertama jelas kita ketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diteladani dari diri Rasulullah cukup banyak. Apa yang kami sebutkan itu hanyalah sebagian saja. Oleh karenanya, kita seharusnya meningkatkan semangat untuk mempelajari peri kehidupan Nabi Muhammad secara lebih lengkap berdasarkan sumber-sumber yang benar atau riwayat yang shahih. Kita baca buku tulisan karya ulama yang mu’tabar tentang sirah Nabi yang shahih. Karena banyak kisah di zaman Nabi yang ternyata tidak shahih namun kadung diyakini sebagai riwayat yang benar. Tujuannya, agar kita tidak terperangkap pada bentuk mengambil teladan kepada Nabi secara parsial atau setengah-setengah. Saat shalat dan puasa serta haji mengambil teladan Nabi .
Giliran persoalan berbusana dan berbicara, pergaulan antara laki dan perempuan,kehidupan berumah tangga dan hubungan bertetangga, tidak meneladani nabi . Namun justru mengikuti trend masyarakat yang cenderung mengikuti hawa nafsunya karena menjadikan gaya hidup dan perilaku orang barat sebagai kiblatnya.













