Selama puluhan tahun mengajar, Dedi tidak hanya menjadi guru di dalam kelas. Ia juga menjadi driver antar-jemput murid, sebagai pengasuh, pelindung dan menjadi sahabat bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Sementara Kepala Sekolah SLB Insan Sejahtera H. Tata Tajudin mengungkapkan pengabdian Dedi melampaui batas ruang kelas.
Menurutnya pernah ada seorang anak autisme dengan perilaku agresif tidak bisa disentuh siapa pun sehingga tak satu pun orang bisa mendekatinya.
“Beberapa anak itu tak bisa disentuh siapa pun selain Pak Dedi. Diantar-jemput oleh beliau, bahkan ada yang diasuh langsung di rumahnya,” pungkasnya. (Suslia)
![{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}](https://bedanews.com/wp-content/uploads/2025/11/Picsart_25-11-26_01-04-45-413.jpg)










