Ajaran Islam mengarahkan manusia untuk menjelmakan masyarakat sejahtera dalam kehidupan dunia dan akhirat, inilah perbedaan sistem peradaban Islam dengan sistem peradaban lain yang berusaha mewujudkan masyarakat sejahtera hanya di kehidupan dunia saja. Oleh karena itu, Islam menyeru manusia untuk membangun dunianya seperti akan hidup selamanya, dan beramal untuk akhiratnya seolah-olah akan mati besok, (I’mal lidunyaka kaannaka taísyu Abadan wa’mal liakhiratika kaannnaka tamutu ghadan) .
Membangun peradaban, selain dengan merawat jagat, tentu harus diawali dan dilaksanakan dengan membangun manusia seutuhnya sebagi pelaku peradaban dengan berlandaskan nilai-nilai ketuhanan (amanu wattaqau) , kemanusiaan (aamanuu waämilusshalihat) dan kedamaian (amanu waahsanu) agar perdaban yang dibangun benar-benar menghadirkan kemajuan , kesejahteraan dan keselamatan umat manusia di dunia hingga akhirat sebagaimana cita-cita mulia yang selalu didambakan setiap muslim, dengan untaian doa: Rabbana atina fiddunya hasanah wafilakhirati hasanah waqina ädzabannar , (Ya Allah, anugrahi kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka). Aamiin.













