Perhatikan, beliau juga memberikan teladan kepemimpinan dalam bernegara, berpolitik dalam dan luar negeri, menjalankan pemerintahan, menerapkan hukum dan menyelesaikan persengketaan. Ingatlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Apa saja yang Rasul berikan kepada kalian, terimalah. Apa saja yang dia larang atas kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sungguh Allah amat keras hukuman-Nya (QS al-Hasyr [59]: 7).
Maka, kita harus totalitas menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai panutan dan suri teladan dalam segala aspek, baik dalam aspek individu, keluarga maupun negara; kecuali tentu saja hal-hal yang menjadi kekhususan bagi beliau saja ( khawâsh ar-Rasûl ) sebagaimana dikemukakan oleh para ulama ushul.
Salah satu aspek teladan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat ini penting untuk diaktualisasikan adalah teladan kepemimpinan. Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya pemimpin spiritual ( za’îm rûhi ), tetapi juga pemimpin politik ( za’îm siyâsi ). Dalam konteks saat ini, beliau dapat disebut sebagai pemimpin negara ( ra’îs ad-dawlah ). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:













