HeadlineHukum

MA Harus Punya Polisi Sendiri Untuk Keamanan Hakim

BANDUNG, BEDAnews.com – Tuntutan independensi dan imparsialitas bagi seorang hakim dalam menjalankan tugasnya tentunya tidak terlepas dari adanya dukungan keamanan dari lembaga peradilan dan pemerintah.

Didalam memutus perkara banyak sekali resiko yang harus di hadapi, sekecil apapun perkara yang ditangani, resikonya pasti ada. Hal itu dikemukakan Ketua Pengadilan Negeri Kelas I A Khusus Bandung Edison. M, SH.,MH saat ditemui di ruang kerjanya Selasa 3-12-2019

Edison mendukung sekali dilakukannya pengamanan terhadap hakim. Hal itu menyusul peristiwa ditemukannya hakim yang juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin dalam kondisi tak bernyawa di dalam mobil.

“Bagaimanapun juga ketika menangani perkara tentunya ada yang menghargai putusan dan ada yang keberatan terhadap putusan itu,” kata Edison.

Oleh karena itu, kata Edison hakim yang menangani perkara harus benar-benar waspada atas segala risiko yang timbul dari hasil putusan perkara tersebut.

Maka dari itu sudah selayaknya Mahkamah Agung mempunyai polisi tersendiri yang khusus untuk menjaga keselamatan hakim. 

Edison juga menghimbau kepada para hakim dan karyawan dilingkungan Pengadilan Negeri Bandung agar tidak menerima tamu, khususnya yang berkaitan dengan perkara. 

“Semuanya sesuai dengan prosedur, kalaupun ada hubungan dengan perkara, silahkan hubungi  PTSP,” tutur Edison.

Mengenai jaminan keamanan untuk para hakim sudah diatur dalam pasal 48 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, namun jaminan keamanan maksimal belum dapat diberikan untuk para hakim.

Jika memang banyak persoalan keamanan yang dialami para hakim, MA perlu duduk bersama dengan Polri untuk mendiskusikan mengenai pengamanan. (Budi Chaerul)

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close