HeadlineHukum

Tersandung BPJS, Mantan Dirut RSUD Lembang Dituntut 8 Tahun Penjara

BANDUNG, BEDAnews.com – Mantan Dirut Onni Habie dan Meta Susanti bendahara RSUD Lembang, dituntut dengan hukuman masing-masing 8 dan 10 tahun penjara, serta denda Rp 200 juta subsidair kurungan 6 bulan, dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Rabu (13/11/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar, Wahyu Sudrajat, dalam tuntutannya menyatakan kedua terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi  secara bersama-sama dan berkelanjutan, sehingga negara dirugikan sejumlah Rp. 7,7 miliar.

Selain itu, terdakwa Meta juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp5 miliar lebih subsidair kurungan 5 tahun. Sedangkan dr Onni diharuskan membayar uang pengganti Rp2 miliar lebih subsidair kurungan 4 tahun.

“Hal yang memberatkan para terdakwa, yakni tidak mendukung program pemerintah memberantas korupsi, dan akibat perbuatan terdakwa negara rugi Rp7,7 miliar. Sementara hal yang meringankan, telah mengembalikan kerugian negara ke kas negara untuk Meta Rp 5 juta dan Onni Rp 100 juta, belum pernah dihukum, sopan di persidangan, dan menyesali perbuatannya,” ungkap JPU.

Menurut JPU, kasus penyelewengan dana klaim BPJS RSUD Lembang tersebut, berawal saat UPT RSUD Lembang mengklaim dana BPJS periode tahun 2017 sebesar Rp.5.522.232.500 secara bertahap. Selanjutnya, pada periode 2018 UPT RSUD mengklaim kembali dana BPJS sebesar Rp. 5.885.696.342, hingga total dana klaim BPJS yang masuk ke rekening RSUD Lembang sebesar Rp. 11.407.928.842.

Pihak RSUD Lembang tidak menyetorkan seluruh dana tersebut ke kas daerah KBB sebagai pendapatan APBD. Berdasarkan bukti tanda setoran hanya sebesar Rp. 3.712.011.200. Oleh karena itu, terdapat kerugian negara sebesar Rp. 7.715.323.900. (Budi Chaerul)

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close