HeadlinePeristiwa

PWI Sumut Minta Kepolisian Usut Tuntas Pembunuhan 2 Wartawan

MEDAN, BEDAnews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara mengecam keras pelaku pembunuhan dua orang wartawan mingguan Pindo Merdeka di Labuhanbatu Sumatera Utara, Maratua P. Siregar (Sanjai) dan Raden Sianipar, serta meminta Kapoldasu untuk mengusut tuntas serta menyeret dalang dan pelaku pembunuhan.

Korban Maratua P. Siregar (Sanjai), ditemukan tewas di semak-semak dengan kondisi mengenaskan dengan luka bacokan di sekujur tubuh, sekitar 200 meter dari jasad Raden Sianipar yang sebelumnya ditemukan tidak bernyawa di parit belakang kontainer PT SAB/KSU Amalia, di dusun Wonosari kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu provinsi Sumatera Utara.

Atas peristiwa tersebut, Ketua PWI Sumatera Utara, H. Hermansjah, didampingi Sekretaris Edward Thahir dan Ketua Pembela Wartawan PWI Sumut, Wilfried Sinaga SH, menyatakan bahwa sebagaimana amanat UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers bahwa wartawan dalam bertugas menjalankan profesinya dilindungi undang undang, oleh karena itu diminta atau tidak, aparat kepolisian dari tingkat paling bawah setingkat Kapolsek sampai Kapolda dan Kapolri wajib melindungi wartawan dari kejahatan.

“Siapapun pelaku dan aktor di balik kasus pembunuhan dua wartawan tersebut harus dihukum berat, karena bagaimanapun kekerasan terhadap Pers tidak dibenarkan dan merupakan pelanggaran berat,” ujar Hermansjah, di Medan Jumat (1/11/2019).

Ditegaskannya, Pers bekerja dilindungi undang-undang, dan apabila masyarakat tidak puas terhadap pemberitaan wartawan bisa menyanggahnya melalui ketentuan hak jawab sebagaimana diatur UU No 40 Tahun 1999 tentang pers.

“Untuk itu Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto diingatkan agar memberikan perhatian khusus dan membentuk tim untuk segera mengusut tuntas kasus ini sehingga bisa segera diungkap siapa dalang pelakunya,” tegas Hermansjah yang sejak Kamis malam memastikan bahwa kedua korban benar berprofesi sebagai wartawan di Labuhan Batu.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, kedua korban tersebut kesehariannya berprofesi sebagai wartawan Mingguan Pindo Merdeka dan kritis menyoroti permasalahan sengketa arael milik perkebunan PT SAB/KSU Amelia seluas 760 hektar yang saat ini sudah dieksekusi Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. (BD)

Selanjutnya

Related Articles

8 Comments

  1. Please let me know if you’re looking for a article author
    for your site. You have some really great posts and I think I
    would be a good asset. If you ever want to take some of the
    load off, I’d love to write some material for your blog in exchange for a link back to mine.
    Please shoot me an email if interested. Thanks!

  2. I have learn some excellent stuff here. Definitely value bookmarking
    for revisiting. I surprise how a lot attempt you put to make this type of fantastic
    informative site.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close