OpiniPolitik

Joko Widodo Orang Sipil Terkuat

Minggu tanggal 20 Oktober 2019 MPR RI melaksanakan Sidang Paripurna dengan agenda pelantikan Presiden, Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden, Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin berdasarkan Keputusan KPU no. 1185 Tahun 2019.

Sudah dua kali Joko Widodo terpilih dalam kontestasi dalam Pemilihan Umum tahun 2014 dan tahun 2019 dengan suara yang cukup signifikan sekalipun tidak mutlak.

Untuk terpilih dalam Pilpres 2019 ini, Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin mengalami ujian yang cukup berat, terutama serangan bersifat fitnah, hoax dan macam-macam narasi yang sistimatis untuk menghadang dan menjatuhkan pasangan no. 01.

Akibat dari kontestasi yang seperti itu situasi menjadi “panas dan bangsa ini hampir terbelah”, situasi yang cukup mencekam itu semuanya dapat diatasi dengan sempurna oleh Jokowi maupun Polri / TNI dan elemen bangsa yang peduli dengan keselamatan NKRI.

Awalnya Jokowi bisa bertemu dengan Prabowo Soebianto, kemudian pertemuan kedua di Istana Negara mulai mencair, bahkan dalam pertemuan kedua yang diketahui publik makin lebih mencair, khususnya kemungkinan peluang Gerindra untuk masuk dalam kabinet Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin.

Pertemuan kedua tokoh penting ini, makin membuka kesempatan untuk rekonsiliasi Sinyal Gerindra akan diajak Presiden Jokowi makin menguat sekalipun ada yang kurang sependapat.

Menurut saya, adanya pro dan kontra itu sesuatu yang wajar. Bila ditimbang dari perspektif yang lebih besar dan kepentingan bangsa dan negara, tentunya pilihan rekonsiliasi itu jalan terbaik.

Bila dicermati dari perjalanan karir  presiden Jokowi, mungkin banyak pihak tidak menyangka beliau bisa sukses seperti sekarang ini. Beliau hanya orang biasa dan pengusaha Kayu dan Furniture. Beliau bukan Tokoh Besar, bukan putera Jenderal, bukan Bangsawan, bukan anak orang kaya, bukan Ketua Umum Partai Politik dan juga bukan pula anak mantan Lresiden, Beliau tidak punya bekingan siapa-siapa, bekingan hanya satu, yaitu rakyat!

Disini kehebatan Jokowi merangkul semua pihak kawan, lawan, musuh termasuk pembencinya.

Buktinya saat pelantikan hari ini semua tokoh penting hadir, antara lain Ibu Megawati, SBY, Hamzah Haz, Boediono, Prabowo Soebianto, Sandiaga Uno dan para Ketua Umum Partai Politik.

Selain itu, hadir 19 Kepala Negara dan puluhan utusan Kepala Negara dan Raja serta para Duta Besar.

Dalam suasana pelantikan tersebut, sambutan Ketua MPR RI makin memperkokoh persatuan bangsa: INDONESIA SEMAKIN INDAH, ADA SAATNYA KITA BERTEMPUR DAN SAATNYA KITA BERSATU.

Bonus Demografi

Tantangan kedepan Indonesia bagaimana persoalan Bonus Demografi dapat terpecahkan secara kongkrit. Banyak generasi muda harus dibekali kompetensi dan skill, sehingga bisa berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Olehnya, 5 program prioritas presiden Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin harus mampu di eksekusi secara tepat dan cepat.

Adapun 5 progran prioritas:

  1. Pembangunan SDM, bagaimana kualitas SDM kita makin membaik, punya skill dan komoetitif.
  2. Pembangunan infrastruktur masih terus akan dilakukan untuk membuka wilayah yang masih terisolasi, membangkitkan ekonomi daerah tersebut termasuk parawisata.
  3. Akan membuat Undang-undang dan meregulasinya seperti lapangan pekerjaan dan pertumbuhan UKM.
  4. Penyederhanaan dan reformasi birokrasi dan penghapusan istilah eselon yang diarahkan kepada jabatan fungsional.
  5. 5.Akselerasi pertumbuhan ekonomi .

Eksekutor

Mencermati 5 program diatas maupun program lainnya, diperlukan Menteri yang bisa bertindak sebagai eksekutor handal. Bukan mengandalkan proses tapi membuahkan hasil, demikian sambutan presiden Joko Widodo saat pelantikan tadi. (Oleh: Djafar Badjeber)

Tags
Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close