Ekonomi

Disnakertrans Jabar Latih Warga Perkebunan Neglawangi. Kab Bandung

Neglawangi, BEDAnews.com – Untuk mencapai efektivitas upaya pengurangan pengangguran Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan  M. Ade Afriandi  terus melakukan inovasi dalam mencapai tujuannya dengan merubah pola yang selama ini dijalani.

Disnakertrans Jabar dengan Smart nakerTrans menggelar program Hiring Hall Desa (Hade) salah satunya dengan melaksanakan kegiatan yang berkerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK)  Mandiri, berupa pelatihan dengan jemput bola yaitu memberikan pelatihan langsung di desa – desa, berdasarkan potensi yang dimiliki wilayahnya.

Kadisnakertrans Jabar M. Ade Afriandi,  menyebutkan , pemilihan lokasi pelatihan di desa, seperti Desa Neglawangi Kec. Kertasari ini karena desa Neglawangi ini termasuk desa tertinggal yang warganya tidak memiliki lahan sendiri, semua rumah warga disini hanya HGB (Hak Guna Bangunan) milik PT.Perhutani, termasuk juga gedung Balai Desa, Sekolah, Puskesmas dan Masjid semua lahan milik Perhutani.

Desa Neglawangi  dengan jumlah warga sekitar 4000 jiwa memiliki angkatan kerja atau usia produktif sekitar 40% dengan tingkat pendidikan mayoritasnya lulusan SD dan sisanya lulusan SLTP.

Melihat cukup besarnya usia produktif inilah maka Disnakertrans Jabar melalui BLK Mandiri melakukan pelatihan Kuliner dan Las Listrik Dasar.

“Melalui pelatihan kuliner dan las listrik dasar yang dikuti 30 peserta warga Neglasari diharapkan dapat menjadi pelaku usaha  dan wirausahawan, baik sebagai pelaku kuliner maupun sebagai tukang Las”, ujar Ade Afriandi di Balai Desa Neglawangi Kec. Kertasari Kabupaten Bandung, Kamis (3/10/2019).

Untuk pelatihan di desa Neglasari ini berupa pelatihan Kuliner dan Las Listrik Dasar, kita menurunkan 2 unit MTU. Satu unit berisikan peralatan Pelatihan Kuliner dan satu unit lagi berisikan peralatan Las Listrik Dasar.

Lebih lanjut Ade menyebutkan, data dari BPS Jabar, angka pengangguran di Jabar sekitar 1,8 juta jiwa atau sebesar 8,2% dari jumlah penduduk Jabar yang saat ini sudah mencapai 48 juta jiwa lebih.

Karena itu diharapkan pada aklhir jabatan Gubernur dapat menurunkan angka pengangguran sebesar 1% yaitu dari 8,92% menjadi 7,9 %. Namun, sampai akhir Agustus lalu, Disnakertrans Jabar sudah berhasil mencapai 7,6 %. ini sudah melebihi target 1%, ujarnya.

Keberhasilan ini dicapai karena Disnakertrans Jabar, menerapkan sistem jemput bola. dimana dulu, calon tenaga kerja direkrut dan dilatih di BLK. Namun kini, kita yang datang ke desa-desa melalui Mobile Training Unit (MTU) yang isinya peralatan pelatihan yang siap bergerak ke desa- desa lokasi pelatihan.

Disebutkan Ade,  pada APBD 2019 ini, kita akan melatih tenaga kompetensi mandiri sebanyak 850 orang; 400 orang kompetensi; dan 200 tenaga kerja migran ke Jepang.

Semua peserta yang sudah kita latih di desa-desa nanti akan ada pelatihan lagi untuk mendapatkan sertifikasi. sedangkan bagi pelatih akan juga dilakukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi pelatih, pungkasnya.@hermanto

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close