HeadlinePolitik

Seratusan Anggota DPRD Jabar Masih Di Emergency Room

Bandung, BEDAnews.com – Sebulan sudah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat  periode 2019-2024 dilantik pada tanggal 2 September 2019 yang lalu, tetapi sudah sebulan juga anggota DPRD provinsi Jawa Barat ini luntang lantung menempati ruang kerja sementara secara beramai-ramai yang sebenarnya merupakan ruang kerja Komisi di DPRD Jabar.

Sehingga praktis selama sebulan ini hanya pimpinan dan anggota dewan yang terlibat panitya khusus (pansus) pembentukkan Tata Tertib saja yang sudah bekerja lainnya.    

Belum bisa ditempatinya ruang kerja anggota DPRD provinsi Jabar ini, menjadi handicap kinerja anggota DPRD Jabar di bulan pertamanya.

Keterlambatan ketersediaan ruang kerja ini juga dikeluhkan beberapa pimpinan Fraksi di DPRD Jabar. Daddy Rohanady sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar menyatakan, masalah belum siapnya ruang kerja bagi anggota yang sudah sebulan ini tentunya tidak terlepas dari tanggungjawab Sekretaris Dewan yang kurang tegas terhadap bawahannya terutama Bagian Umum.

“Sebulan kami ditempatkan di ruangan kerja emergency (Alat Kelengkapan Dewan/AKD-red). Entah sampai kapan kami menempati ruang emergancy ini ? ” keluh Daddy.

Lebih lanjut dikatakannya, keterlambatan ruang kerja bagi anggota dewan tidak seharusnya terjadi. Karena dari jauh-jauh anggaran untuk renovasi ruang kerja bagi 120 anggota DPRD Jabar hasil Pileg 2019 sudah dianggarkan dalam APBD Murni 2019 yang disimpan dimata anggaran Sekretariat Dewan.

Sementara Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jabar,  R. Yunandar Eka Perwira menyoroti kwalitas ruangan masing-masing anggota yang kurang rapih pekerjaannya.

“Masih banyak lantai ubin yang rusak, pecah, bolong dan goyah tidak melekat dengan baik. Beberapa pintu tidak tepat posisinya bahkan ada yang tidak bisa ditutup. AC belum bisa dipakai dan peralatan kerja belum ada,” katanya. 

disampaing itu, kwalitas pelapis dinding yang rendah dan sudah bergelombang, pintu mushola perempuan belum dibuat hingga perlengkapan di toilet yang sudah rusak, seperti keran air, gantungan baju, tempat sabun cuci dll.

“Terkesan pengerjaan ruangan kerja anggota Dewan asal jadi. Perlu digaris bawahi,  bahwa  fungsi gedung ini adalah juga untuk menerima tamu dan masyarakat, sehingga seharusnya mempunyai tingkat kualitas pelayanan yang baik,” tegas Yunandar. @hermanto

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close