HeadlineHukumRegional

Belum Inkrah, Ema Masih Tetap Sekda Kota Bandung

BANDUNG, BEDAnews.com – Pakar Hukum Tata Negara Universitas Padajdjaran (Unpad), Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa menilai Gugatan terhadap wali kota Bandung Oded M. Danial terkait posisi Sekretaris Daerah (Sekda) kota Bandung, tidak boleh mempengaruhi proses administrasi Pemerintah Kota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Saat ini, lanjut Pantja, Ema Sumarna masih berstatus sebagai Sekda aktif, sehingga secara personal harus tetap meningkatkan performanya dalam menjalankan roda pemerintahan.

Kendati telah keluar putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, namun menurut Pantja, hal itu belum menjadi keputusan akhir. Sebab, Pemkot Bandung mengambil langkah mengajukan banding, sehingga masalah ini masih tetap berproses.

“Kita bukannya mengabaikan putusan PTUN Bandung, tapi itu belum ingkrah. Artinya existing masih tetap Pak Ema masih tetap jalan. Karena masih ada proses banding, kecuali kalau Pak Oded terima tidak banding. Ini masih berlanjut tunggu saja sampai inkrah,” ucap Pantja, Rabu (2/9/2019).

Begitu pun dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya, Pantja menyatakan, persoalan Sekda ini jangan sampai terpengaruh. Sehingga, diharapkan tetap memberikan kinerja terbaik, utamanya dalam hal pelayanan terhadap masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri apabila masalah ini sedikit banyaknya akan menimbulkan riak di Pemkot Bandung, setidaknya hal itu terjadi di tataran para pejabat. Namun dirinya menegaskan selama belum inkrah, maka belum ada keputusan final dari perkara ini. Hal ini sekaligus menegaskan posisi Ema yang masih harus menjalankan tugasnya sebagai Sekda Kota Bandung.

“Kembali pada tupoksi masing-masing, karena sekali lagi secara yuridis existing sudah diangkat Pak Ema jadi tidak bisa dihentikan. Kecuali nanti kalau sudah inkrah. Kalau sekarang secara yuridis tetap sah,” tegasnya.

Lebih lanjut Pantja menilai langkah Oded untuk mengajukan banding sudah tepat. Karena, bisa jadi ada fakta lain yang justru bisa menguatkan Oded sehingga mampu membatalkan putusan dari PTUN Bandung.

“Bahwa kemudian sekarang sudah ada putusan, dalam hal ini pihak pemkot mengajukan banding ya bagus. Tinggal mencari alasan yang bisa melemahkan putusan itu. Siapa tahu kalau ada alasan sedemikian rupa keputusannya akan beda. Tinggal bagaimana sekarang menyiapkan argumentasinya secara yuridisnya,” katanya. (Alief)

Tags
Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close