HeadlineTNI-POLRI

Milad TNI ke-74, Kodam III/Siliwangi Gelar Festival Kriya Limbah Sampah

BANDUNG, BEDAnews.com – Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-74, Kodam III/Siliwangi menggelar festival Krya limbah sampab di Aula Manunggal Denmadam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung, Kamis (12/9/2019).

Kegiatan Festival Krya Limbah Sampah yang didalamnya memuat kegiatan Lomba Krya Sampah yang berbahan dasar limbah non-organik.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono pada sambutannya yang dibacakan Waaster Kasdam III/Siliwangi Letkol Kav Mujahidun menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan ruang kreasi bagi para pelaku kreatif untuk menunjukkan eksistensi dan prestasi di even berskala nasional dan internasional sehingga terwujudnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Menurut Mujahidun, Kegiatan ini diikiti oleh masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, disabilitas serta serta penggiat lingkungan di wilayah Kodim jajaran Kodam III/Siliwangi yakni Provinsi Jawa Barat dan Banten.

“Nantinya akan dipilih tiga karya hasil terbaik dengan 4 kategori yaitu umum, pelajar/mahasiswa, disabilitas dan penggiat lingkungan. Karya terbaik ini akan dipamerkan pada acara bakti sosial dan karya bakti pada HUT TNI ke-74 pada tanggal 21 September mendatang,” kata Pangdam,.

Ia mengungkapkan, sampah rumah tangga telah menjadi momok menakutkan bagi lingkungan saat ini, baik dalam hal jumlah maupun proses pengolahannya. Rata-rata dalam satu hari, imbuhnya, rumah tangga menghasilkan 1.500 ton sampah atau setara dengan luas lapangan sepak bola.

“Pemerintah telah mengupayakan untuk mengurangi produksi sampah, salah satunya dengan meluncurkan program kurangi sampah makanan, pilah sampah dan manfaatkan sampah menjadi nilai jual,” ujar dia.

Pangdam berharap, Festival Krya Limbah Sampah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memperlakukan sampah sehingga sampah, tidak menjadi masalah lingkungan tetapi menjadi barang yang bernilai.

Selain itu, katanya, melalui Festival Limbah Sampah ini akan memunculkan individu yang kompeten, inovatif sekaligus inspiratif baik dalam menggerakkan masyarakat untuk mengelola sampah menjadi barang yang bernilai tinggi.

“Partisipasi peserta merupakan wujud nyata dari kepedulian masyarakat terhadap pemanfaatan barang bekas menjadi hal yang bernilai ekonomi, sehingga pada akhirnya dapat membantu menambah perekonomian keluarga serta memotivasi masyarakat dalam memberlakukan barang bekas atau sampah,” pungkasnya. [nie]

Tags
Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close