Regional

Puluhan Driver Ojol Ngadu Ke DPRD Jawa Barat

Bandung, BEDAnews.com – Merasa dirugikan akibat regulasi yang dibuat oleh perusahaan semakin tidak jelas, puluhan driver ojek online mendatangi DPRD Provinsi jawa barat untuk mengadukan nasibnya.

Driver ojol mengeluhkan tarif yang semakin mahal sehingga menurunkan jumlah orderan. Belakangan diketahui bahwa juga mereka mengalami pemotongan presentasi penghasilan yg dihasilkan setiap harinya.

Para pengunjuk rasa diterima oleh Anwar Yasin dari PKS, Hasbullah dari PAN, Dadi dari Gerindra, Rafael danĀ  Dedi dari PDI Perjuangan, di ruang Pansus Pansus DPRD Jabar.Jl. Diponegoro 27 Bandung, Kamis (5/9/2019).

Perwakilan driver menyebutkan bahwa Peraturan Menteri Perhubungan No. 118 Tahun 2018 dirasa sangat merugikan pihak driver ojol sebagai salah satu pihak yang terkena dampak dari aturan tersebut.

Koordinator unjuk rasa menyatakan bahwa pihaknya menolak Permenhub No. 118 tahun 2018 diberlakukan dan meminta Menteri Perhubungan untum segera membuat aturan yang saling menguntungkan bagi semua pihak.

Karena itu mereka meminta DPRD Jabar untuk menyampaikan kepada Menteri Perhubungan agar membuat regulasi bagi perusahaan ojek online demi memberikan perlindungan kepada driver ojol.

Merespon permintaan tersebut anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sebagai representasi masyarakat Jawa Barat hadir untuk menyuarakan aspirasi rakyat tanpa memandang latar belakang dan pekerjaan, meminta pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus mendengar dan mengakomodasi saran dan rekomendasi dari masyarakat demi terciptanya Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. @

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close