Regional

Dengan 14,2 jt Pelanggan, Elektrifikasi di Jabar Capai 99,9 Persen

Bandung, BEDAnews.com – Dengan tingkat elektrifikasi yang diklaim sudah mencapai 99,9 persen, mestinya sudah tidak ada lagi daerah atau rumah tangga di Jawa Barat  yang saat ini tidak memiliki jaringan listrik.

Hal ini terungkap dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) dengan Tema Pengembangan Ketenaga Listrikan di Jawa Barat,  yang diselenggarakan Humas dan Protokol Setda Provinsi Jawa Barat dengan menghadirkan Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Prov Jabar, Ai Syadiah serta Senior Manager General Affair PLN Distribusi Jawa Barat Handoko Suyono. Bertempat di Lobby MUSEUM Gedung Sate, Parkir Timur Gedung Sate Jum’at (9/8/2019).

Pemerintah provinsi Jawa Barat memiliki komitmen tinggi dalam melakukan elektrifikasi bagi masyarakat miskin atau kurang mampu, dengan meluncurkan program listrik desa (lisdes).

“Tahun 2001 ratio elektrifikasi Jawa Barat, masih berada di 52,16%. Namun tahun 2018, meningkat signifikan hingga mencapai 99,99%, diatas ratio elektrifikasi nasional sebesar 98,83%,” ujar Ai.

Dikatakannya. Selama kurun waktu 17 tahun program elektrifikasi di seluruh wilayah Jawa Barat, berhasil terpasang sambungan listrik bagi 298.456 keluarga, dengan anggaran Rp. 443 milyar dari APBD provinsi Jawa Barat.

Disebutkan Ai, meski hanya  0,01% rumah penduduk di Jawa Barat yang belum tersambung aliran listrik. Jumlah ini tergolong tinggi, mengingat jumlah penduduk Jabar yang mencapai 48 juta.

“Angka ini cukup besar dan butuh perjuangan. Jadi masih banyak (warga) yang perlu dibantu untuk dilakukan elektrifikasi,” ujar Ai.

Untuk membantu masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik tersebut, pihaknya menggandeng para pelaku usaha melakukan penyambungan listrik melalui mekanisme CSR.

Pernyataan ini juga didukung Senior Manager General Affair PT PLN Distribusi Jabar Andoko Suyono. “Ini memang komitmen kita untuk melistriki. Insyaalah, tahun 2019 ini tuntas, walau tidak benar – benar100 persen, karena perkembangan penduduk itu dinamis,” Sebutnya.

Andoko juga menyebutkan, Jawa Barat merupakan bagian dari  sistem kelistrikan besar Jamali (Jawa-Madura-Bali)  dengan beban puncak mencapai  7.600 megawatt atau 30 persen dari sistem Jamali,  dari  14,2 juta pelanggannya didominasi oleh rumah tangga dengan persentase hingga  93 persen. @hermanto

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close