Regional

250 Ribu Hewan Disiapkan Untuk Kurban Pada Iedul Adha 1440H

Bandung, BEDAnews.com – Jelang pelaksanaan peringatan hari raya Iedul Adha 1440 H pada 11 Agustus 2019 ini  diperkirakan 250 ribu ekor hewan yang terdiri dari Kambing, Domba, Sapi dan kerbau akan dipotong sebagai hewan qurban.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Kusmayadi Padmadinata dalam acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) yang dilaksanakan Bagian Humas dan protokol Setda Prov Jabar di Halaman Parkir timur Gedung Sate. Jl. Diponegoro 22 Bandung, Kamis (1/8/2019).    

Disebutkannya,  pada tahun 2018 lalu dari 250 ribu hewan qurban yang disediakan, tercatat 241 ribu hewan yang dipotong , sehinga diperkirakan pada tahun ini karena ada peningkatan ekonomi masyarakat diperkirakan hewan kurban yang dipotong akan mencapai 250 ribuan ekor.

Dalam acara yang juga dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Hewan, serta  sebagai Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Hewan Qurban Jawa Barat, drh.  Arif Hidyat dan Ketua Persatuan Dokter Hewan indonesia Jawa Barat (PDHI), drh. Pranyata.

Sementara Ketua Tim pemeriksa hewan Qurban. drh. Arif Hidayat menyebutkan saat ini pihaknya sudah menyebarkan Tim pemeriksa kesehatan hewan diseluruh Kota dan Kabupaten Jawa Barat sebanyak 800 orang terdiri dari dokter hewan dan tim medis dengan puluhan pemotong yang sudah terlatih, katanya.

Disebutkannya, pemerikasaan hewan qurban dilaksanakan dalam dua tahap, yakni ante mortem (sebelum dipotong)  dan post mortem atau (setelah dipotong), hewan qurban yang dinyatakan sehat diberikan tanda berupa kalung sehat.

Sementara ketua PDHI Jabar, drh. Pranyoto menyebutkan, masyarakat harus memisahkan  antara daging hewan kurban dengan jeroan, karena  jeroan banyak mengandung  bakteri dan menyimpan penyakit termasuk cacing.

Sedangkan terkait penyakit Anthrax disebutkannya, spora penyakit antrax tidak akan mati dalam 40 tahun, ciri-ciri hewan terkena antrax akan mengeluarkan darah dari lubang hidung, mulut dan anusnya.

Disebutkannya juga untuk berhati-hati bila mendapatkan hewan qurban yang mati tiba-tiba karena secara s.o.p itu dianggap sebagai hewan yang terkena antrax dan Hewan yang mati tiba tiba ini tidak boleh dibuka, harus diasingkan, ditanam dan dibakar karena bisa menimbulkan penyakit. Apalagi kalau hewan ini berasal dari derah endemis antrax seperti dari Kabupaten dan Kota Bogor dan Purwakarta. @hermanto

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close