HeadlinePeristiwa

Mabes Polri Tangani Kasus Oknum Polisi Diduga Menodong Disabilitas dengan Senpi

BANDUNG, BEDAnews.com,- Aksi koboy pria diduga anggota kepolisian menodongkan senjata api kepada warga penyandang disabilitas di kawasan Kabupaten Bandung Barat memasuki ranah hukum.

Informasi yang dihimpun, saat ini kasus tersebut ditangani oleh Mabes Polri.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ia pun belum bisa memastika pria yang diduga menodongkan senjata api itu polisi atau bukan.

“Tak bisa berandai-andai. Masih penyelidikan. Unsur tindak pidana juga masih dalam penyelidikan,” kata Truno, Kamis (4/7/2019).

Sebelumnya, aksi dugaan penodongan oleh pria yang belum diketahui identitasnya itu terekam dalam video dan ramai dibahas di media sosial. Peristiwa tersebut diduga terjadi karena kekesalan akibat pungli di jalan remaja penyandang disabilitas bernama Hamdan menyodorkan gelas plastik bekas air mineral.

Dari penelusuran, peristiwa itu terjadi di Kampung Sindangwaas, Desa Mekarwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tepatnya di Jalan Bukit Maribaya.

Salah seorang warga, Asep Odik (54) menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Minggu (30/6/2019) lalu.

Saat itu, ia mengaku menyaksikan ada orang yang bersitegang dan mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari senjata api.

“Pas saya datang ada pria yang membawa pistol. Dia terus berteriak saya ini polisi, saya ini polisi, ini pungli,” ujarnya.

Lalu, pria tersebut menaiki mobil berplat B 2001 RFS dan sempat menodongkan pistolnya ke muka Hamdan.

Kejadian itu disaksikan pula oleh sejumlah warga termasuk beberapa anggota keluarga Asep.

Setelah ketegangan berlangsung selama satu jam, pria tersebut meninggalkan lokasi dengan membawa gelas plastik milik Hamdan.

“Dia tetap marah padahal saya sudah mohon-mohon dan menjelaskan kondisi Hamdan,” katanya dengan nada tinggi.

“Padahal Hamdan hanya menyodor-nyodorkan gelas saja di pinggir jalan, enggak menghalangi pengguna jalan lain dan memaksa (untuk diberi), namanya juga orang tidak normal, kalau normal mungkin tidak akan begitu,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyatakan kasus itu ditangani oleh Mabes Polri. Meski begitu, ia tidak menjelaskan secara rinci penyebab aksi tersebut.

“Sudah ditangani, oleh Mabes ya. Jadi itu ada khusus yang menjelaskan Kabid Humas saja,” ucapnya saat disela kunjungannya ke Mapolres Cimahi, Rabu (3/7/2019). [mae]

Tags
Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close