Ekonomi

Komisi II Jabar Dukung Pengembangan Budidaya Ikan Bioflok

Purwakarta, BEDAnews.com

Terkait dengan upaya mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk  terus meningkatkan ketahanan pangan dari sektor perikanan. Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong upaya Cabang Dinas Kelautan Dan Perikanan Wilayah Utara, Wanayasa Kabupaten Purwakarta dan wilayah lainnya untuk mengembangkan teknoligi Bioflok.

Teknologi tersebut berpotensi untuk meningkatkan produksi atau hasil pembenihan ikan hingga volume produksui ikan nila khususnya sangat besar dengan biaya perawatan yang dapat diminimalisasi.

“Tentu akan kita dorong penggunaan budidaya ikan dengan bioflok ini meskipun saat ini masih dalam tahapan ujicoba,” singkat Ridho di Cabdin KPW, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Senin (1/7/2019).

Politisi PKS jabar ini menyebutkan, teknik bioflok tersebut memiliki banyak keuntungan yang diantaranya tidak memerlukan luas lahan yang besar dan biaya produksi yang minim. Sehingga tidak seperti kolam pembenihan konvensional yang harus menyediakan lahan yang cukup luas.

“Seperti bioflok percobaan ini selama input dan outputnya seimbang kenapa tidak kita dukung sepenuhnya. Bahkan untuk pengembangannya tidak perlu membutuhkan air yang melimpah, tetapi mencukupi untuk menghasilkan bioflok itu sendiri,” katanya.

Sementara teknisi Perikanan Cabdin KPWU Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Arif menjelaskan, ikan nila dipilih untuk sebagai komoditas lanjutan sistem bioflok, karena nila termasuk kelompok herbivora. Sehingga proses pembesarannya lebih cepat.

Selain itu, ikan nila juga mampu mencerna flok yang tersusun atas berbagai mikroorganisme, yaitu bakteri, algae, zooplankton, fitoplankton, dan bahan organik sebagai bagian sumber pakannya. Itu menguntungkan dalam budidaya di kolam.

Budidaya ikan nila sistem bioflok memiliki sejumlah keunggulan, seperti meningkatkan kelangsungan hidup (survival rate/SR) hingga lebih dari 90 persen dan tanpa pergantian air. Air bekas budidaya juga tidak berbau, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar dan dapat disinergikan dengan budidaya tanaman misalnya sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Hal ini dikarenakan adanya mikroorganisme yang mampu mengurai limbah budidaya menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman,” jelas Arif

Keunggulan lainnya adalah Feed Conversion Ratio (FCR) atau perbandingan antara berat pakan dengan berat total (biomass) ikan dalam satu siklus periode budidaya mencapai 1,03. Artinya 1,03 kg pakan menghasilkan 1 kilogram ikan Nila.

“(Itu lebih efisien) jika dibandingkan dengan pemeliharaan di kolam biasa FCR-nya mencapai angka 1,5,” tuturnya.

Masih ada empat keunggulan lainnya, yaitu padat tebar ikan mencapai volume 100-150 ekor/m3 atau 10-15 kali lipat dibanding dengan pemeliharaan di kolam biasa yang hanya 10 ekor/m3.

Sistem bioflok juga mampu meningkatkan produktivitas hingga 25-30 kg/m3 atau 12-15 kali lipat jika dibandingkan dengan di kolam biasa yaitu sebanyak 2 kg/m3. Keempat, waktu pemeliharaan lebih singkat, dengan benih awal yang ditebar berukuran 8-10 cm, selama 3 bulan pemeliharaan.

“Benih tersebut mampu tumbuh hingga ukuran 250-300 gram per ekor, sedangkan untuk mencapai ukuran yang sama di kolam biasa membutuhkan waktu 4-6 bulan,” tambahnya.

Arif menyebutkan, ikan nila sistem bioflok lebih gemuk karena hasil pencernaan makanan yang optimal. Dan komposisi daging atau karkasnya lebih banyak, serta kandungan air dalam dagingnya lebih sedikit. Secara bisnis, budidaya ikan nila juga sangat menguntungkan karena harganya cukup baik dan stabil di pasaran yaitu Rp22 ribu/kg.

Arif mengingatkan, dalam pemeliharaan ikan Nila sistem bioflok, yang perlu dijaga adalah kandungan oksigen yang larut di dalam air. Hal itu, karena oksigen disamping diperlukan ikan untuk pertumbuhan juga diperlukan oleh bakteri untuk menguraikan kotoran atau sisa metabolisme di dalam air. Pada ikan nila, kadar oksigen terlarut (DO) di dalam media sebaiknya dipertahankan minimal 3 mg/L.

“Saya mengingatkan agar teknologi bioflok di masyarakat bisa dikawal oleh UPT-UPT (unit pelaksana teknis) dan para penyuluh agar tidak keliru menerapkannya, juga harus diterapkan secara benar sesuai kaidah-kaidah cara budidaya ikan yang baik seperti benihnya harus unggul, pakannya harus sesuai standar SNI, parameter kualitas air seperti oksigen juga harus tercukupi,” pungkasnya.@hms/Hermantz

Selanjutnya

Related Articles

11 Comments

  1. Hello There. I discovered your weblog the use of msn. That is an extremely
    smartly written article. I’ll be sure to bookmark it and return to read more of your helpful information. Thank you for the post.

    I’ll definitely return.

  2. Hey there I am so delighted I found your site, I really found you by error, while I was looking on Askjeeve
    for something else, Anyhow I am here now and would just like to say kudos for a
    incredible post and a all round interesting blog
    (I also love the theme/design), I don’t have time to read through it
    all at the minute but I have book-marked it and also included your
    RSS feeds, so when I have time I will be back to read
    a lot more, Please do keep up the awesome jo.

  3. Nice post. I was checking constantly this blog and I’m impressed!
    Extremely useful info specifically the last part :
    ) I care for such info a lot. I was seeking this certain information for
    a long time. Thank you and good luck.

  4. Hi there this is kinda of off topic but I was wondering if
    blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML.
    I’m starting a blog soon but have no coding expertise so I wanted to
    get advice from someone with experience. Any help would be greatly appreciated!

  5. Please let me know if you’re looking for a article author
    for your blog. You have some really good articles and I feel
    I would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d really like to write some content for
    your blog in exchange for a link back to mine. Please shoot me an email if
    interested. Many thanks!

  6. Hi there, i read your blog from time to time and i own a similar one and i
    was just curious if you get a lot of spam comments?

    If so how do you protect against it, any plugin or anything you can recommend?
    I get so much lately it’s driving me mad so any support is very much appreciated.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close